Azyumardi Azra Ungkap Motivasi Prabowo Masuk Pemerintahan
Azyumardi Azra mengatakan demokrasi saat ini tidak sesuai yang diharapkan. Hal itu diungkap Azyumardi Azra di acara Satu Meja The Forum
Azyumardi Azra Ungkap Motivasi Prabowo Masuk Pemerintahan
BANGKAPOS.COM - Azyumardi Azra mengatakan demokrasi saat ini tidak sesuai yang diharapkan.
Hal itu diungkap Azyumardi Azra di acara Satu Meja The Forum pada Rabu (18/12/19).
Menurutnya, ketegangan-ketegangan kontestasi pemilu 2019 berbau SARA masih menguat.
Azyumardi Azra menilai di pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak memiliki kekuatan pengimbang.
Hal itu ditunjukkan dengan rival Jokowi di Pilpres 2019, malah masuk dalam jajaran kabinet.
"Misalnya Pak Prabowo menjadi menteri pertahanan," ujarnya.
Sehingga menurutnya, di pemerintahan presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin mengalami kekurangan kekuatan pengimbang.
"Seharusnya ada kekuatan pengimbang ada, tapi semua masuk dalam kekuasaan, harusnya kekuatan dari Pak Prabowo dan Sandiaga Uno, tetapi kini semua masuk pemerintahan. ujar Azyumardi Azra.
Azyumardi Azra menilai hanya parpol PKS yang cukup konsisten menjadi kekuatan penyeimbang.
"Kalau Gerindra mengalami kerikukan," ujarnya.
Terkait analisis Azyumardi Azra yang menerima tawaran menteri, ia mengaku tidak memahami.
Namun, ia menilai keputusan prabowo menjadi menteri pertahanan dalam rangka pilpres 2024 agar kerap terekspose media.
"karena jika masuk pemerintahan, akan sering terekspose media, kalau tidak ikut dalam pemerintahan, maka akan menghilang, jarang diekspose media, nah ini nggak menguntungkan untuk kontestasi 2024," ujarnya.
TerKait demokrasi saat ini, Azyumardi Azra menilai Indonesia tengah mengalami kemunduran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/demokrasi-indonesia-mundur-azyumardi-azra-ungk.jpg)