Kamis, 16 April 2026

Kasus Penusukan

Arpan Korban Penusukan di Batu Belubang Sempat Koma Selama Satu Jam

Korban Arpan mengungkapkan, sempat jatuh tertimpa motor saat pelaku yang diduga merupakan warga Selapan Palembang melakukan penyerangan.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Kondisi Arpan yang menjadi korban penusukan yang masih terbaring lemas di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/12/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dua warga Batu Belubang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, terkapar di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/12/2019).

Korban yaitu Arpan (49) dan Rafi (22) yang merupakan bapak dan anak ini, harus menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal.

Korban Arpan harus menerima tusukan sebanyak dua kali di bagian kepala dan perut bagian kiri.

Akibat luka tersebut Arpan bahkan sempat koma selama satu jam dan harus menerima jahitan di kepala sebanyak empat kali.

Korban Penusukan di Desa Batu Belubang Adalah Ayah dan Anak, Begini Kronologisnya

Kondisi Arpan yang menjadi korban penusukan yang masih terbaring lemas di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/12/2019).
Kondisi Arpan yang menjadi korban penusukan yang masih terbaring lemas di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/12/2019). ((Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).)

Ditemui Bangkapos.com korban Arpan mengungkapkan, sempat jatuh tertimpa motor saat pelaku yang diduga merupakan oknum warga Selapan Palembang melakukan penyerangan.

"Saya lagi di rumah mandor, rombongan kami sudah kelar, dan rombongan satunya lagi masih kerja. Jarak kurang lebih 100 meter dari kantor Desa, dia langsung nikem pakai pisau, cuma dak kena. Dia nikam dak kena lalu turun dari motor saya ketimpa motor karena bonceng tiga, pertama kepala dihajar, lalu saya ngelak di perut yang dihajar," kata Arpan yang masih terbaring lemas di atas kasur RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

Tak Terima Ditegur Kebut-kebutan Warga Asal Selapan Tikam Ayah dan Anak, Ratusan Warga Mengamuk

Arpan juga menambahkan dirinya sempat melakukan perlawanan dengan mencoba melempar batu ke arah pelaku.

"Gak kenal siapa itu, saya kerja di proyek pembangunan di Batu Belubang. Permasalahannya bukan dengan saya tapi sama karyawan lain, saya sebagai kepala tukang. Kalau gak salah yang megang pisau itu baju biru, sempat lempar batu tapi gak kena," tambahnya.

Selain itu korban bernama Rafi mengungkapkan melihat pelaku menggunakan mobil Toyota Rush.

"Pakai mobil saya lihatnya kalau gak salah pakai Rush," tutur Rafi yang berbaring menyamping akibat luka di bagian punggung.

Lebih lanjut kejadian bermula pada sekitar pukul 15.00, saat itu pelaku yang mengendarai mobil sempat ditegur oleh warga akibat dianggap berkendara dengan kecepatan tinggi.

Namun saat ditegur pelaku tak terima dengan teguran tersebut. Alhasil sempat terjadi cekcok sesaat sebelum pelaku melakukan penusukan.

Suasana Kantor desa Batu Belubang Bangka Tengah, Sabtu (21/12/2019) malam.
Suasana Kantor desa Batu Belubang Bangka Tengah, Sabtu (21/12/2019) malam. (Bangkapos.com/Yuranda)

Keluarga korban Juadi mengatakan, pelaku tak terima dengan teguran tersebut terjadi cekcok mulut antar keduanya

"Pelaku tu marah, pelaku e bilang ka dak tau siapa ku ok, ka tunggu di sini. Trus die manggil kawan, makai motor, ditunggu korban di simpang kantor Desa Kebintik. Kejadian penusukan sekitar 16.30, sekarang keadaan korban lah sadar, tadi Arpan sempat koma sekitar satu jam," ungkap Juadi.

TERKINI: Ratusan Warga Batu Belubang Usir Warga Selapan

Warga Selapan Sumsel Berbondong-bondong Diungsikan ke Polresta Pangkalpinang

UPDATE Terkini Kasus Penusukan di Batu Belubang, Kapolres: Kami Kawal Sampai Kondusif

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved