Kasus Asuransi Jiwasraya, Erick Thohir Menteri BUMN Bilang 'Nanti Ada Waktunya'
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) enggan berkomentar soal kasus asuransi yang membelit Jiwasraya.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sedang mengalami berbagai permasalahan.
Awal permasalahan adalah ketika Jiwasraya menunda pembayaran klaim produk asuransi 'Saving Plan'.
Total pembayaran itu sebesar Rp 802 miliar pada bulan Oktober 2018.
Pada saat itu, Jiwasraya menyatakan pemenuhan pendanaan masih diproses.
Perusahaan Jiwasraya pun menawarkan untuk memperpanjang jatuh tempo hingga setahun setelahnya.
Namun selang setahun, ada permasalahan yang bertambah.
Perusahaan Jiwasraya menyampaikan butuh data Rp 32,98 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dilansir Bangkapos.com dari Tribunnews.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) enggan berkomentar soal kasus asuransi Jiwasraya.
Saat ditemui di acara UMKM Export Brilianpreneur 2019, Erick Thohir mencoba mengalihkan pertanyaan saat ditanya soal Jiwasraya oleh para awak media.
Menurutnya, ia ingin para awak media menanyakan soal acara yang sedang dihadirinya.
“(Pertanyaannya sudah) melebar, nanti ada waktunya. ini (acara) UMKM,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (20/12/2019), yang dikutip dari Kompas.com.
Erick pun tetap bungkam meski awak media terus mendesaknya untuk berkomentar.
Lantas ia menerobos kerumunan awak media yang menunggunya untuk menjelaskan kelanjutan kasus Jiwasraya.
Hingga Erick masuk ke dalam mobilnya, ia tidak menjawab apapun mengenai persoalan Jiwasraya.
• Sederet BUMN Ini Masuk Antrean Perombakan, Apa Saja?
Sebelumnya diketahui jika Erick Thohir sedang merancang solusi untuk kasus tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/erick-thohir-menteri-bumn-bungkam-ditanya-soal-kasus-jiwasraya.jpg)