Selasa, 5 Mei 2026

Kasus Penusukan

Ducunli Mengaku Bersalah: Saya Menyesal dan Meminta Maaf

Pelaku penusukan Ducunli (32) mengaku telah melakukan penusukan terhadap dua warga Desa Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah

Tayang:
Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Ducunli pelaku Penusukan Dua Warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, di Polres Pangkalpinang, Senin (23/12/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaku penusukan Ducunli (32) mengaku telah melakukan penusukan terhadap dua warga Desa Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Sabtu (21/12/2019) siang.

Ducinli mengatakan, saat itu ia ada keperluan kerja jadi lewat di daerah kebintik. Saat lewat ada yang teriak di situ, dan ia berhenti. Kata Ducunli saat itu dirinya sempat bertanya ada apa kepada orang yang berteriak itu. 

"Teman korban bilang debu jangan ngebut, dan saya bilang saya sudah pelan. Tapi anginnya kencang, terus saya disuruh pulang dan saya minta maaf terus disuruh pulang," kata Ducunli, pelaku penusukan dua warga Batu Belubang, Senin (23/12/2019).

Sedangkan korban satunya, lanjut Ducunli yang jaraknya jauh dari dirinya (mungkin) kurang mendengar langsung emosi, dan langsung mengambil sekop mengejar dirinya sambil berkata kasar.

Kapolres Pangkalpinang Ungkap Asal Usul Pelaku Penusukan Warga Batu Belubang

Terungkap Identitas Pelaku Penusukan Warga Desa Batu Belubang

Gubernur Babel: Jangan Anarkis, Ayo Junjung Tinggi Etika

"Saya tersinggung, waktu itu saya pakai kendaraan roda empat merk Grand Livina warna hitam, terus saya ambil motor saya yang dipakai anak buah saya di kontrakan daerah sampur. Kemudian saya balik lagi ke tempat tadi (saat ketemu korban). Saya lakukan penusukan terhadap mereka," ujarnya.

Ducinli mengaku penusukan dilakukannya seorang diri. Lanjut dia, usai menusuk korban dirinya langsung putar balik pulang ke kampungnya.

"Saya melakukannya sendirian. Saya tidak kenal korban. Waktu itu saya kabur karena saya takut misal menunggu saya bisa mati. Saya menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban," kata Ducunli penuh sesal.

Kapolres Ungkap Identitas Pelaku Penusukan

Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono menyampaikan sesuai dengan data yang ada di kartu tanda penduduk (KTP), Pelaku Ducunli lahir di Taboali, Bangka Selatan.

"Pelaku lahir di Toboali, dengan alamat Jalan Damai, Taboali Bangka Selatan," kata Kapolres saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Kapolres juga mengatakan, pelaku penusukan hanya satu orang.

"Temannya itu tidak tau apa apa, dan waktu diajak ke sana juga dia tidak tahu juga. Sehingga kami hanya mengamankan satu pelaku penusukan," kata Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono, Senin (23/12/2019).

AKBP Iman Risdiono mengungkapkan, pelaku bekerja di daerah Desa Sampur, Pangkalanbaru, Bangka Tengah tersebut. 

"Waktu lewat, pelaku ditegur oleh korban jangan kebut- kebutan menggunakan mobil tersebut, pelaku ini tidak terima dikarenakan ada rekan korban yang bicara kasar kepada pelaku. Lalu pelaku pulang ke kontrakan dan langung mengambil motor, pergi ke tempat pertama saat berjumpa korban dan langsung menusuk korban dari atas motor, " ujarnya Kapolres merinci kronologi kejadian.

Kapolres menambahkan, mengenai senjata tajam pelaku memang sudah ada di motor, dan setia hari dibawa pelaku.

Ducunli (32) berhasil ditangkap anggota Buser Polres Pangkalpinang, di rumah sepupu pelaku di Desa Teladan, Kelurahan Suka Damai, Taboali, Bangka Selatan, Minggu (22/12/2019) malam.

Konferensi pers, Pelaku Penusukan Terhadap Dua Warga Desa Batu Belubang  Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019)
Konferensi pers, Pelaku Penusukan Terhadap Dua Warga Desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)

Pelaku ditangkap karena melakukan tindakan penganiayaan atau penusukan terhadap dua warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, yang terjadi beberapa hari lalu.

"Tim Opsnal Polres Pangkalpinang berhasil menemukan barang bukti berupa motor Fino warna biru, baju warna biru, dan sebilah pisau yang ada di buang di perkarangan rumah kontrakan di Desa Sampur, " kata Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono, Senin (23/12/2019) Konferensi pers di Polres Pangkalpinang.

Barang bukti ditemukan di kontrakan miliknya di Desa Sampur, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, pada Minggu (22/12/2019) sore.

Setelah mendapat barang bukti, anggota Opsnal Polres Pangkalpinang melakukan penelusuran terhadap barang bukti tersebut.

"Setelah Tim Opsnal bersama Kasat Reskrim dan Kanit Buser penulusuran berhasil menangkap pelaku di Taboali, di rumah sepupu pelaku, " katanya.

Pelaku berhasil dibekuk kurang dari 24 jam dan langsung dibawa ke Polres Pangkalpinang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 351 tentang penganiayaan, dan diancam kurungan selama lima tahun.

Pelaku Bikin KTP di Bangka Selatan

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama mengatakan Ducunli (32), pelaku penusukan terhadap 2 warga Desa Batu Belubang merupakan warga Kabupaten Bangka Selatan.

Sebelumnya beredar informasi bahwa pelaku diduga berasal dari Selapan, Sumatera Selatan. 

Ketika dikonfirmasi Bangkapos.com, Benny menyebutkan secara detail blanko KTP Ducunli dicetak pada Jumat, (20/12/2019) untuk menggantikan blanko KTP lama yang telah rusak.

"Jumat lalu pihak kami mengganti KTP bersangkutan lantaran KTP lamanya sudah rusak," ucap Benny pada Senin, (23/12/2019).

Konferensi pers penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019)
Konferensi pers penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan Bangkapos.com, kasus penusukan oleh Ducunli terhadap 2 warga Batu Belubang terjadi pada Sabtu (21/12/2019) petang. Itu berarti pencetakan KTP atas nama Ducunli itu sehari sebelum kejadian penusukan terhadap 2 warga Desa Batu Belubang.

Lebih lanjut Benny menyebutkan dalam pencetakan ini memang berkas yang dimiliki oleh yang bersangkutan terdata lengkap dan merupakan warga Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Gubernur: Jangan Anarkis

Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta masyarakat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis mensikapi kasus penusukan yang terjadi di Batu Belubang hingga berimbas terhadap pengusiran warga pendatang, Selapan Sumatera Selatan.

Ia mengatakan persoalan seperti ini bukan sekali ini saja terjadi, sehingga ia mengharapkan masyarakat bisa menahan diri agar tidak bertindak anarkis.

"Kepada masyarakat agar menahan diri jangan anarkis, karena kejadian ini sudah sering terjadi pihak keamanan kepolisian agar segera bertindak, kita tidak mau kejadian tahun lalu terulang, perlu antisipasi dan bukti dalam perjanjian antar masyarakat, kalau bikin onar angkat kaki,"ungkap Gubernur Babel kepada wartawan, Senin (23/12/2019).

Erzaldi mengatakan, setiap warga yang datang harus menjaga etika dan menjunjung tinggi adat dan aturan di wilayah itu.

"Tentunya namanya pendatang silakan saja, tetapi inilah kita kadang harus junjung etika lebih tinggi, karena dimana bumi dipijak ada adat harus kita junjung. Jangan datang bikin onar, sombong lagi dan lain sebagainya buat keresahan, ketika mereka datang juga ada pertemuan dengan masyarakat, maka ada perjanjian di Desa, jangan karena ada sedikit berefek besar kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, Gubernur Babel mengimbau selalu menghormati antar sesama dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya mengimbau masyarakat pendatang ayo sama-sama bekerja, dan harus saling menghormati antar sesama, dan saya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian dalam mengamankan kasus ini," tukasnya.

(Bangkapos.com/Yuranda/Jhoni Kurniawan/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved