Gerhana Matahari Cincin
Inilah Ritual Unik Sambut Gerhana Matahari, Memanah Bulan hingga Pakai Celana Dalam Merah
Inilah Ritual Unik Sambut Gerhana Matahari, Memanah Bulan hingga Pakai Celana Dalam Merah
Inilah Ritual Unik Sambut Gerhana Matahari, Memanah Bulan hingga Pakai Celana Dalam Merah
BANGKAPOS.COM - Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi.
Fenomena yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.
Seperti diketahui Gerhana Matahari Cincin bakal Terjadi 26 Desember 2019, fenomena yang Jarang terjadi.
Baik Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan, peristiwanya dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.
Akibatnya, saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.
Walaupun peristiwa merupakan fenomena alam, tidak sedikit yang menilai gerhana matahari sesuatu yang sakral.
Sejumlah daerah juga memiliki ritual unik dalam menyambut gerhana matahari.
1. Memanah bulan
Penduduk kuno di Cina biasanya menembakkan panah ke arah gerhana.
Mereka tidak merayakan kedatangan bulan, tapi justru berusaha untuk mengusirnya karena takut matahari tidak akan bersinar lagi.
Di abad ke-19, para pelaut Cina ditemukan sedang menembakkan meriam ke arah gerhana dengan harapan untuk mencegah naga (bulan) memakan matahari.
2. Memukul peralatan dapur
Orang-orang di seluruh dunia percaya bahwa bulan menyerang matahari ketika terjadi gerhana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gerhana-matahari-cincin-atau-gmc.jpg)