Selasa, 5 Mei 2026

Kasus Penusukan

Orangtuanya Tak Pegang Uang, Bocah Pengungsi Selapan Sumsel Merengek Minta Jajan

Pengungsi asal Selapan sudah mengeluhkan selama dua hari ini mengaku tidak bekerja, dan tak lagi memiliki pegangan uang.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Warga asal Selapan mengungsi di Polres Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sejak Sabtu malam (21/12) masyarakat pendatang asal Selapan sudah meninggalkan rumah mereka, sebanyak 51 orang diungsikan sementara di Polres Pangkalpinang.

Rafika (46) satu di antara pengungsi asal Selapan sudah mengeluhkan selama dua hari ini mengaku tidak bekerja, dan tak lagi memiliki pegangan uang.

"Dampaknya tentu terasa sama kita, terutama kita kehilangan pekerjaan kita, sudah dua hari ini tidak bekerja, kalau hanya buruh lepas kayak kita ini hanya mengandalkan penghasilan perhari saja," ungkap Rafika saat ditemui Bangkapos.com, Senin (23/12/2019).

Sementara itu anaknya yang masih berumur enam tahun dan tiga tahun sudah merengek minta uang jajan, selama dua hari ini di pengungsian mereka diberi makan siang dan malam.

"Kalau tidak bekerja begini gimana mau menghasilkan uang, semantara anak saya merengek minta jajan, saya hanya bawa uang yang ada di kantong celana pas waktu malam itu saja," ujarnya.

BREAKING NEWS: PRIA Diduga Pelaku Penusukan 2 Warga Batu Belubang Ditangkap Polisi

Rafika merupakan pekerja Tambang Inkonvensional (TI) di desa Batu Belubang, Dia memang asal Selapan tapi berdomisili di Toboali, Bangka Selatan. Dia menyesalkan kejadian hari Sabtu sore yang dilakukan oleh warga Selapan tersebut.

"Sungguh tidak mencerminkan masyarakat Selapan, akhirnya kan satu yang berbuat semuanya jadi kena imbas, orang-orang juga berpikir masyarakat Selapan semuanya seperti itu, jadi kita ikut menanggung semuanya," ucapnya.

Ketua KPAD Bangka Belitung, Sapta Qodria saat berbincang-bincang dengan satu diantara warga di ruang Anton Sujarwo, (Sabtu, 21/12/2019).
Ketua KPAD Bangka Belitung, Sapta Qodria saat berbincang-bincang dengan satu diantara warga di ruang Anton Sujarwo, (Sabtu, 21/12/2019). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Dia berharap agar permasalahan ini cepat terselesaikan, serta Dia dan keluarga bisa kembali tinggal dan bekerja di desa Batu Belubang.

"Kalau harapan kita pengen ini cepat selesai, dan kita dikembalikan lagi ke desa Batu Belubang, tapi ya kalau memang kenyataan nya kita harus pindah kita pindah lagi ke Toboali," tuturnya.

Ulah Satu Oknum Warga Selapan Pun Dibenci, Sukti Lebih Baik Pilih Pulang Kampung

Buntut Penusukan Warga Batu Belubang, Ratusan Warga Selapan Mengungsi, Bayi 9 Bulan Ikut Diungsikan

Pengusiran Hingga Penarikan Ponton Ditunda Sampai Besok Pagi, Pihak Kepolisian Berikan Pengertian

(Bangkapos.com/Cr2/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved