TELADAN Rasulullah, Nabi Muhammad SAW Saat Terjadi Gerhana Matahari
Mereka menganggap gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim. Hal ini terdengar oleh Nabi
Peredaran dan silih bergantinya yang sangat teratur merupakan ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini.
Allah SWT berfirman (yang artinya): ”Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” (Ar-Rahman : 5)
Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada matahari dan bulan menunjukkan akan keagungan dan kebesaran serta kesempurnaan Penciptanya.
Oleh karena itu, Allah SWT membantah fenomena penyembahan terhadap matahari dan bulan.
Allah SWT berfirman:
”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kaliann sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya.”(Fushshilat: 37)
Muchtar Ali memaparkan, gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah Taala. Keduanya terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi semata bagian dari sunnah kauniyah yang merupakan ayat-ayat Allah Taala dalam alam semesta.
Shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah.
Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah shalat disunnahkan khutbah.
Oleh karena itu bagi umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan maka hendaknya melakukan shalat gerhana sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
"Gerhana matahari (Khusufusy Syams) adalah hilangnya cahaya matahari sebagian atau total pada waktu siang.
Adapun gerhana bulan (Khusuful Qamar) adalah hilangnya cahaya bulan sebagian atau total pada waktu malam," jelasnya.
Muchtar menutuf beberapa hadits yang menerangkan tetang gerhana, Rasulullah Saw. Bersabda, yang artinya:
"Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra, berkata ”Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. saat kematian Ibrahim”. Rasulullah saw. bersabda,
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang. Ketika kalian melihatnya, maka berdoalah pada Allah dan shalatlah sampai selesai.”(Muttafaqun ‘alaihi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/salat-gerhana-matahari-di-anjungan-pantai-losari-makassar-sulsel.jpg)