Senin, 13 April 2026

Harga Rokok Naik di 2020, Apakah Jumlah Perokok Menurun, Intip Data WHO

Penurunan jumlah perokok ini menjadi kabar baik bagi dunia kesehatan dan kampanye anti rokok yang memang cenderung semakin gencar dilakukan ...

Penulis: Dedy Purwadi | Editor: M Zulkodri
SIGIT PRASETIO
ILUSTRASI BERHENTI MEROKOK 

BANGKAPOS.COM-Meskipun sudah dikenal luas sebagai penyebab dari berbagai macam penyakit, dalam realitanya rokok masih digemari oleh banyak orang.

Bahkan, di Indonesia, lebih dari separuh dari total pria dewasa yang merokok.

Beruntung, sebuah penelitian yang dilakukan oleh WHO mengungkap fakta menggembirakan, yakni jumlah perokok pria di seluruh dunia menurun. Hal ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah.

Jumlah Perokok di Seluruh Dunia Turun

Sebelumnya, WHO menyebut kebiasaan merokok sebagai penyebab utama dari kematian dini akibat penyakit di seluruh dunia.

Penurunan jumlah perokok ini menjadi kabar baik bagi dunia kesehatan dan kampanye anti rokok yang memang cenderung semakin gencar dilakukan di berbagai belahan dunia.

“Penurunan jumlah angka perokok pria ini menandakan bahwa ada titik cerah dalam perang melawan produk tembakau.

Hal ini sepertinya juga dipengaruhi oleh kebijakan positif di bidang kesehatan yang diberlakukan di banyak negara,” ucap Direktur Umum WHO, Tedros Ghebreyesus.

Dalam 20 tahun terakhir, pengguna produk tembakau memang cenderung menurun meskipun penurunan ini cenderung perlahan.

Pada tahun 2000 silam, jumlah perokok di seluruh dunia mencapai 1,4 miliar orang.

Sementara itu, pada 2018 lalu, jumlah ini berkurang menjadi 1,3 miliar orang. Sekitar 80 persen perokok berasal dari kaum pria.

Khusus untuk perokok dari kaum wanita, anak-anak, dan remaja, jumlahnya juga semakin menurun dari 346 juta pada tahun 2000 silam menjadi 244 juta saja pada 2018 lalu.

Hanya saja, data ini hanya mencakup pengguna rokok, cerutu, rokok kretek dan produk tembakau yang dipanaskan lainnya dan tidak mencakup rokok elektronik yang belakangan popularitasnya semakin meningkat.

Meskipun begitu, WHO tetap menyambut baik penurunan jumlah perokok ini.

“Semakin sedikit pria yang merokok, diharapkan akan membuat kasus penyakit kronis akibat merokok bisa diturunkan,” ucap Direktur Departemen Promosi Kesehatan WHO, Rudiger Krech.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved