Jumat, 8 Mei 2026

Perang Iran Vs Amerika Serikat

Perang Iran Vs Amerika Serikat, Kepala Donald Trump Dihargai Rp 1,1 Triliun oleh Iran

Kepala Donald Trump dihargai Rp 1,1 Triliun oleh pemerintah iran. Tawaran itu dilakukan karena Iran marah aras pembunuhan Komandan Pasukan Quds, Qasem

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
The New York Times/Twitter @DrSaeedJalil
Donald Trump dan postingan gambar bendera Iran sebagai aksi tandingan. 

BANGKAPOS.COM - Perang antara Iran Vs Amerika Serikat sudah dimulai. Iran menembakkan roket ke pasukan AS di Irak sebagai pembalasan Iran atas meninggalnya Qassem Soleimani.

Seperti dilaporkan aljazeera., Iran telah menembakkan lebih dari selusin roket ke dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS, Pentagon menegaskan.

Roket-roket yang ditembakkan di pangkalan Ain al-Asad di provinsi Anbar dan pangkalan di Erbil pada Rabu pagi datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Serangan itu menyusul pembunuhan AS terhadap komandan militer Iran Qassem Soleimani di Irak pekan lalu.

Kepala Donald Trump dihargai Rp 1,1 Triliun oleh pemerintah iran. Tawaran itu dilakukan karena Iran marah aras pembunuhan Komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani.

Pemerintah Iran menawarkan hadiah 80 juta dolar Amerika (Rp 1,1 triliun) untuk kepala Donald Trump.

Diketahui, Qasem Soleimani tewas pada Jumat (3/1/2020) dini hari waktu setempat di Bandara Internasional Baghdad, Irak karena serangan Amerika Serikat.

Terkait hal itu, siaran resmi pemerintah Iran mengatakan hadiah puluhan juta dolar akan diberikan kepada siapapun yang membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Setiap dolar dari total imbalan yang ditawarkan didapat dari per kepala warga Iran.

"Iran memiliki 80 juta penduduk. Berdasarkan populasi Iran, kami ingin mengumpulkan 80 juta dolar Amerika untuk hadiah bagi mereka yang bisa membawa kepala Presiden Trump," bunyi pengumuman seperti dilansir en24.

Tak hanya itu, Iran juga menargetkan Gedung Putih untuk balas dendam terkait serangan Amerika yang menewaskan Qasem Soleimani.

Dikutip Tribunnews dari Daily Mirror, hal itu diungkapkan anggota parlemen Iran, Abolfazl Aboutorabi pada Minggu (5/1/2020).

"Kami bisa menyerang Gedung Putih sendiri," kata dia.

"Kami bisa menyerang mereka di tanah Amerika. Kami punya kekuatan, insya Allah kami akan menyerang pada waktu yang tepat," imbuhnya.

Pernyataan Aboutorabi itu diiringi sumpah Iran yang akan balas dendam atas kematian Qasem Soleimani.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved