Sepak Terjang Benny Moerdani Moncer di Masa Soeharto, tapi Tak Mampu Bayar Biaya RS di Hari Tua
Sepak terjang Benny Moerdani tak salamanya moncer. Benny harus menerima kenyataan kalau ia terkena stroke di tahun 2002.
BANGKAPOS.COM - Benny Moerdani merupakan jenderal kesayangan Soeharto.
Ia sering mendapat kepercayaan dari Soeharto untuk menyelesaikan sejumlah masalah penting, termasuk menjalankan misi super rahasia seperti di Israel dan Afganistan
Namun, sepak terjang Benny Moerdani tak salamanya moncer.
Benny harus menerima kenyataan kalau ia terkena stroke di tahun 2002.
Melansir dari buku berjudul 'Benny Moerdani Yang Belum Terungkap', berikut cerita masa tua jenderal Benny Moerdani.
Kesehatan Benny Moerdani mulai menurun pada tahun 2002, selepas bermain golf dengan karibnya.
Benny, sore itu berjalan seorang diri dan terpeleset di lantai bawah hotel dan tak sadarkan diri.
Mulai saat itulah Benny didiagnosa mengidap stroke, hingga ditawari berobat di Rumah Sakit Tan Tock Seng oleh perdana menteri Singapura.
Belakangan, Benny seperti kesulitan mengurus pembayaran biaya perawatannya.
Menurut mantan ajudan Benny, perdana menterei Singapura dan suami Megawati Soekarnoputri lah yang melunasi biaya berobat Benny
Sejak itu, salah satu telinga Benny menjadi tuli dan semakin lama semakin nyeri
Cara berjalannnya pun tak seperti dulu lagi, Benny harus berjalan dengan kaki yang harus diseret
Namun, Benny tak mau menyerah dengan keadaan
Ia masih saja menyibukkan diri dengan mengunjungi kawan-kawannya
Mantan kepala staf angkatan laut, Laksamana TNi (Purn) Muhammad Arifin sering Benny ke tempat-tempat pasukan tempur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/benny-moerdani_20180530_215716.jpg)