Pembentukan Bangka Utara
Tak Hadir Persetujuan Pembentukan Bangka Utara, Rina Tarol Tanggapi Gubernur ke Luar Negeri
Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman tak hadir dalam rapat Paripurna persetujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di kantor DPRD
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman tak hadir dalam rapat Paripurna persetujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung.
Menurut Informasi bahwa Gubernur tak mengikuti rapat tersebut karena sedang berada di Luar Negeri (LN) negara China untuk menghadiri undangan di negara tirai bambu.
Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan ketidakhadiran Gubenur karena sedang melaksanakan tugas.
"Acaranya kemarin di Jakarta kemudian lanjutnya kemana, tanyakan ke Sekretais Daerah. Walaupun ke Negara itu (Cina), semuanya telah dilakukan berdasarkan prosedur yang benar dan dalam arti ada persetujuan telah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri,"ungkapnya..
Fatah menambahkan tujuan yang dilakukan Gubernur Babel untuk menunjukkan Babel merupakan tempat yang aman dan sehat untuk berinvestasi.
"Ingin menunjukkan bahwa Babel sebagai Provinsi yang sehat dan untuk iklim berinvestasi para investor dari luar ke Babel intinya itu melahirkan suatu trust untuk lebih mudah mengajak bekerjasama,"tukasnya.
Tanggapan Rina Tarol
Sementara Sekretaris Komisi III Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Rina Tarol menyayangkan Gubernur Babel kembali melakukan perjalanan ke Luar Negeri dengan kondisi masyarakat Babel yang sedang susah saat ini.
"Sering kali keluar Negeri tidak melihat tingkat pengangguran di Babel meningkat, banjir mengancam, rakyat kecil menjerit, penambang kecil ditangkap, penambang besar dilindungi. Hukum tidak jelas lagi memihak ke atas tidak ke bawah,"ungkap Politisi PDI Perjuangan ini.
Ia mengatakan berkali-kali Gubenur melakukan perjalanan untuk mencari investorapi tet kenyataan belum terlihat investasi di Bangka Belitung.
"Berkali-kali Gubernur berdalih mencari investor, yang hanya ada investor lamongan. Tidak ada investor kecuali buka tambang menjarah laut, menjual pasir tidak ada lainnya bikin pabrik besar solder disini pabrik hilirnya timah, pasir kuarsa pabrik gelas itu yang dibawah, tidak ada kan,"tukasnya.
Ia menyayangkan berapa kali Gubernur Babel pergi keluar negeri dalam tiga tahun kepemimpinanya.
"Dewan juga agak sedikit keras menyikapi kepala daerah harus keluar Negeri urgensinya apa dan menarik investor tidak? Kita punya pasir, bisa buat pabrik gelas, kaca untuk mengurangi penganguran dan meningkatkan PAD,"tukasnya.
Rina menambahkan pihak DPRD akan melakukan evaluasi nantinya terhadap perjalanan Gubernur ke Luar Negeri untuk kepentingan apa saja.
"Minta teman-teman tanya urgency keluar Negeri untuk kepentingan apa? Jangan hanya indikasi pergi jalan jalan menggunakan uang rakyat, rakyat bayar pajak setengah mati,"tukasnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suasana-rapat-paripurna-persetujuan-pembentukan.jpg)