Minggu, 19 April 2026

Info Kesehatan

EVALI, Penyakit Paru Misterius Akibat Rokok Elektrik Vape

Masyarakat diimbau untuk sebaiknya menghindari produk vape apa pun karena belum diketahui dengan pasti zat tunggal penyebab munculnya EVALI.

Editor: fitriadi
Kota/Angga Bhagya Nugraha
Penggemar rokok elektrik atau vape di sela acara "I Choose to be Healthier" di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Rokok elektrik tersebut terus diminati kaum milenial. Produk tembakau alternatif ini sudah menjadi sebuah industri yang bernilai hampir USD 2 miliar. Analis ekonomi percaya bahwa nilai tersebut nantinya akan menyamai produk tembakau konvensional yg ditaksir sudah mencapai lebih USD 20 miliar. Warta 

Bahkan, dampak jangka panjang dari nikotin ini, kata Agus, salah satu kronologinya jika masuk ke pembuluh darah maka akan menyebabkan berbagai gangguan yang berhubungan dengan kardiovaskular (jantung).

2. Karsinogen

Seperti diketahui bahwa bahan karsinogen merupakan penyebab utama pada penyakit kanker.

Meskipun yang paling sering adalah kanker paru, tetapi beberapa kasus justru ada yang mengalami kanker darah dan juga gagal ginjal.

Namun, diakui Agus, orang jarang mengakui rokok elektronik ataupun rokok konvensional ini berbahaya seperti menyebabkan kanker paru.

Padahal, kegiatan merokok itu menghirup, menginhalasi, sehingga yang paling pertama berdampak yaitu saluran pernapasan yang berujung ke paru.

"Merokok sehari atau dua hari tidak langsung memicu kanker paru, karena paling tidak butuh waktu 15 hingga 20 tahun baru terdeteksi (kanker paru) dan terasa sakitnya. Makanya, banyak yang acuh saja," ujarnya.

Sudah banyak studi di luar yang membuktikan adanya kandungan karsinogen dalam rokok elektronik dan rokok konvensional.

3. Mengandung bahan bersifat toksik

Kandungan dalam rokok yang bersifat toksik akan merangsang timbulnya peradangan.

"Risiko yang muncul dari kandungan toksik ini adalah penyakit-penyakit yang bersifat inflamatori atau peradangan," tuturnya.

Contoh penyakit yang terjadi karena peradangan ini seperti infeksi saluran pernapasan akut, seperti ISPA, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Agus menegaskan, risiko beragam penyakit dari rokok konvensional, dalam dua hingga tahun belakangan sudah banyak yang menunjukkan risiko penyakit itu juga berlaku bagi pemakai rokok elektronik.

Mengapa Virus Corona Muncul di China?

Disebutkan juga oleh Agus, beberapa bahan berbahaya lainnya yang sering ada dalam produk rokok elektrik maupun konvensional yaitu seperti Glyserol, heavymetals, aldehyde, nitrosamin, silikat dan nanopartikel, serta particulate matter.

Seorang remaja berusia 15 tahun di Texas dilaporkan meninggal dunia lantaran cedera paru-paru akibat penggunaan rokok elektrik atau vape, baru-baru ini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved