Gunung Api
AKTIVITAS 6 Gunung Api Aktif di Indonesia, Tak Hanya Letusan, Tetapi Timbulkan Gempa
Enam gungung api yang dilaporkan aktivitasnya yakni Gunung Karangetang, Gunung Agung, Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Mer
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi melaporkan aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia. Tak hanya letusan, gempa pun terjadi karena aktivitas vulkanik.
Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 20 - 26 Januari 2020, melaporkan aktivitas enam gunung api.
Enam gungung api yang dilaporkan aktivitasnya yakni Gunung Karangetang, Gunung Agung, Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Merappi.
Berikut detil laporan enam gunung api.
- Aktivitas G. Karangetang:Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 10-150 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750m.
Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara).
Seismograf merekam 43 kali Gempa Guguran, 110 kali Gempa Hembusan, 24 kali Tremor Harmonik, 3 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 23 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 10 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 23 kali Gempa Tektonik Jauh. Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 mm - 4 mm (dominan 1 mm). - Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian 30-150 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis.
Seismograf merekam 3 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 4 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 14 kali Gempa Tektonik Jauh. - Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak.
Seismograf merekam 9 kali Gempa Hembusan, 5 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 23 kali Gempa Tektonik Jauh. - Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak terjadi erupsi dalam periode ini. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 25-250 meter dari puncak.
Seismograf merekam 5 kali Gempa Hembusan, 37 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-10 mm, dominan 1 mm. - Aktivitas G. Semeru: Erupsi berlangsung menerus, menghasilkan kolom erupsi dari kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang, dan tinggi maksimum sekitar 500 meter dari puncak.
Seismograf merekam 192 kali Gempa Letusan/Erupsi, 29 kali Gempa Guguran, 39 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 10 kali Gempa Tektonik Jauh. - Aktivitas G. Merapi: Tidak terjadi Letusan di G. Merapi pada minggu ini. Namun demikian beberapa kegempaan masih terjadi, terutama gempa Hembusan, Vulkanik Dalam (VA) dan Low Frequency (LF) dengan jumlah yg relatif tinggi untuk G. Merapi.
Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan, malam hingga pagi teramati cerah.
Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 55 mm/jam selama 170 menit di Pos Babadan pada tanggal 22 Januari.Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 200 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 24 Januari.
Seismograf merekam: 25 kali Gempa Guguran, 16 kali Gempa MP, 18 kali Gempa Hembusan, 16 kali Gempa LF, tidak terjadi Gempa Vulkanik Dangkal, 6 kali terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 10 kali Gempa Tektonik.
Berdasar data yang ada yaitu: kegempaan, deformasi, kimia, serta visual, aktivitas G. Merapi minggu ini lebih tinggi dibanding dengan minggu kemarin dengan ditandai naiknya hampir semua kegempaan, kecuali VA.
Hal ini menunjukan masih fluktuatifnya aktivitas G. Merapi. Jumlah kegempaan Guguran, MP, Hembusan dan LF yg masih cukup tinggi untuk G. Merapi, mengindikasikan bahwa masih adanya suplai magma serta menunjukan aktivitas masih terjadi di G. Merapi.
Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan perkiraan bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.
(*)
Sumber: https://www.vsi.esdm.go.id/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/terpantau-dari-udara.jpg)