Kesehatan
Ustaz Zaidul Akbar Beri Tips Agar Terhindar dari Serangan Jantung
Jangan sampai dipagi hari malah tubuh untuk tidur, oleh karena itu di dalam umat Islam ada larangan untuk jangan tidur di pagi hari antara...
Penulis: Dedy Purwadi | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM-Tidur cukup bisa menjadi jawaban untuk sebagian besar masalah fisik atau mental. Namun, ada garis tipis antara tidur dengan jumlah waktu yang tepat untuk tidur berlebihan dan kurang tidur.
Sebuah penelitian telah mengumpulkan pemahaman yang dapat menjadi pukulan bagi semua orang yang bangun pagi. Menurut penelitian, durasi tidur dapat mempengaruhi risiko terkena serangan jantung, terlepas dari faktor risiko penyakit jantung lain.
Jangan Tidur di Pagi Hari
Maka sebenarnya pada saat jam itulah tubuh manusia diberikan NO, untuk itu saat pagi hari telah diberikan berlimpah sebagai pencegahan serangan jantung dan stroke.
Jangan sampai dipagi hari malah tubuh untuk tidur, oleh karena itu di dalam umat Islam ada larangan untuk jangan tidur di pagi hari antara kisaran dari pukul 04:00 hingga 07:00.
Jangan sampai dengan berlimpahnya rizki dimana Allah telah memberikannya saat waktu pagi tersebut, malah dibuat tidur berarti malah kurang ajar, tidak sopan banget. Padahal dilihat dari segi kesehatan jika orang yang selalu tidur di pagi hari akan berpotensi kena serangan jantung.
Menjaga Perasaan Hati
Kalau kita kerjakan dengan baik maka tubuh kita akan sehat dan dihadapi dengan sabar, respon pertama ketika menghadapi sesuatu,"ungkap ustaz Zadul Akbar.
Suatu ketika saya kemarin bertemu dengan doktor menuju profesor sedang tes," ungkap ustaz Zaidul Akbar.
Saat akan diambil darahnya untuk di tes, orang itu dibikin kondisi dengan bermasalah melalui informasi buatan, diberitahu bahwa keluarganya kecelakaan.
Maka ketika saat cemas diambil darahnya hasil dari tes tersebut mengakibatkan seluruh parameter imunitas atau kekebalan tubuh dia turun semua.
Akan tetapi setelah diberitahukan bahwa informasi tentang keluarganya yang kecelakaan itu bohon belaka, akirnya orang tersebut menjadi lega....
ahhh..ternyata hanya bohongan belaka.
Kemudian ketika perasaan itu menjadi normal kembali dan diambil darahnya untuk di tes lagi, maka hasilnya pun normal. Itu berarti bahwa perasaan atau kolbu seseorang itu dikendalikan apa yang dirasakan, didengan dan apa yang kita liat," tegas ustaz Zaidul Akbar.
Sedangkan kita agar lebih berhati-hati terhadi pibrasi apa yang ada dalam hati, karena hati itu mempunyai pibrasi. Semakin banyak pibrasi yang baik pada hati maka semakin besar bisa melihat sesuatu atau tanda kebesaran Allah SWT.
Semakin rusak pibrasi maka semakin berat pula hati tersebut untuk mendapatkan pibrasinya, jadi kalau hati itu baik maka keseluruhannya akan menjadikan baik.