Berita Pangkalpinang
Begini Nasib 6 Pemuda Pelaku Kekerasan Terhadap Penyu yang Sempat Viral
Keenam pelajar pelaku kekerasan terhadap penyu, satu diantara hewan langka yang dilindungi, kini telah menjalani masa pembinaan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keenam pelajar pelaku kekerasan terhadap penyu, satu diantara hewan langka yang dilindungi, kini telah menjalani masa pembinaan.
Namun, pembinaan terhadap para pelaku tersebut, bukanlah masa tahanan, melainkan mereka diminta untuk menjadi relawan.
Kepala Divisi Rescue, Yayasan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi, Valen, kepada Bangkapos.com mengatakan, keenam pelaku sempat menyesali tindakan mereka. Karena tindakan tersebut, mereka juga diwajibkan menjadi relawan konservasi di mitra kerja Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
• PPS Alobi Kecam Tindakan Oknum Penyiksa Penyu di Pantai Pukan Bangka
Dia menuturkan, hukuman menjadi relawan diterapkan, agar para pelaku yang diketahui masih pelajar dapat lebih mengenal satwa dan tahu jika satwa juga berhak mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan.
"Jadi mereka kemarin oleh DKP (Dinas Kelautan Perikanan), disuruh membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan. Lalu dari BKSDA, mereka diharuskan menjadi relawan selama 3 bulan," jelas Valen, Rabu (19/2/2020).
"Kalau di Alobi, mereka sudah bantu-bantu kita. Seperti sama-sama memberi pakan kepada hewan di sini," ucapnya.
Menurut Valen, pada intinya keenam pelaku merupakan anak yang baik. Namun, karena terbawa suasana saat mendapati ada seekor penyu terdampar di pantai, muncul lah keinginan mereka untuk berswafoto.
Ketika ingin mengabadikan momen tersebut, dikatakan Valen, mereka menahan Penyu itu agar berhenti dan tidak kembali ke laut.
"Tapi, cara mereka kemarin yang salah (menginjak) dan mereka tidak tahu juga Penyu itu hewan dilindungi. Akibatnya, mereka mendapat pembinaan," terangnya.
• Penangkaran Penyu di Batavia Bangka Beach Diserbu Pengunjung
"Semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi yang lainnya. Agar bisa memperlakukan hewan dengan baik. Sekali lagi, saya ingatkan, hewan juga berhak hidup sejahtera," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya postingan video yang memperlihatkan kekerasan terhadap satwa langka, penyu viral.
Video tersebut memperlihatkan beberapa lelaki yang sedang menginjak dan menahan penyu yang merupakan satwa dilindungi di Pantai Pukan, Bangka Induk.
• VIDEO: Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Babel Banyak Terima Buaya Serahan dari Warga
Unggahan video ini beredar di sosial media instagram @gawe_gile yang sudah tayang hampir 19 ribu kali dengan ratusan komentar..
Setelah ditelusuri Bangkapos.com, oknum tersebut masih duduk di bangku menegah atas. Mereka berjumlah enam orang.
Mereka, mengaku menyesal dan tidak mengetahui penyu tersebut hewan langka yang dilindungi..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/valen-alobi2.jpg)