Senin, 13 April 2026

Virus Corona

Info Terbaru Soal Vaksin Virus Corona, Uji Coba Sedang Dilakukan

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr Anthony Fauci mengatakan, propritas mereka adalah menemukan vaksin yang efektif dan aman.

Editor: Teddy Malaka
ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 

BANGKAPOS.COM - Vaksin virus corona sudah selesai diracik, dan mulai diuji coba secara bertahap di Amerika Serikat (AS) pada Senin (16/3/2020).

Sekelompok sukarelawan yang berisi 45 orang mendapat suntikan vaksin ini di fasilitas penelitian Kaiser Permanente, Seattle.

Sementara itu dari Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan Indonesia terbuka atas bantuan yang ditawarkan Singapura untuk melawan virus corona.

"Negeri Singa" pun memberi tanggapannya lewat pernyataan Kementerian Luar Negeri yang juga diunggah di Facebook.

Menurut data dari Worldometers, hingga Selasa (17/3/2020) wabah Covid-19 telah mencatatkan 182.431 kasus di seluruh dunia.

7.157 korban (3,92 persen) meninggal dunia, sedangkan yang sembuh sebanyak 79.211 pasien (43,4 persen).

Uji coba vaksin virus corona resmi dilakukan terhadap 45 sukarelawan resmi dimulai Senin (16/3/2020), demikian keterangan otoritas kesehatan AS.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr Anthony Fauci mengatakan, propritas mereka adalah menemukan vaksin yang efektif dan aman.

"Studi Fase 1, yang dilakukan dalam kecepatan mengagumkan, merupakan langkah pertama yang penting untuk mencapai tujuan," terang Fauci.

Otoritas AS menggandeng perusahaan bioteknologi Moderna, dan mengembangkan vaksin virus corona menggunakan urutan genetik si patogen.

Institut Kesehatan Nasional (NIH) menjabarkan 45 relawan yang dipilih adalah 45 pria dan satu perempuan yang tidak sedang hamil. Berusia antara 18-55 tahun.

Uji coba tersebut dilangsungkan di Institut Penelitian Kesehatan Kaiser Permanente Washington di Seattle, di mana wabah virus corona pertama kali terjadi di AS.

Dilansir New York Times dan CNBC, meski hasil tes menunjukkan perkembangan positif, terbukti aman dan efektif, vaksin itu belum diproduksi dalam waktu setahun.

Pakar kesehatan dunia dikutip CNBC mengatakan, tim farmasi membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan, mencoba, dan meninjau dampak yang ditimbulkan.

Para ahli itu berkaca dari wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang teridentifikasi pada November 2002, dan membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved