Demo Mahasiswa UBB Ricuh
Begini Kata Mahasiswa Tentang Kronologi Ricuhnya Demo Mahasiswa UBB
Kericuhan demo atau unjuk rasa yang mengakibatkan 11 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) dan petugas keamananmengalami luka-luka.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Begini Kata Mahasiswa Tentang Kronologi Ricuhnya Demo Mahasiswa UBB
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kericuhan demo atau unjuk rasa yang mengakibatkan 11 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) dan petugas keamananmengalami luka-luka.
Gilang Virginawan, mahasiswa yang ikut demo dan Ex Dewan Perwakilan Mahasiswa menceritakan kronologi kericuhan terjadi.
"Jadi pertama tadi, penyampaian orasi dari perwakilan beberapa mahasiswa setelah itu dilanjutkan dengan aksi diam dari mahasiswa," kata Gilang saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (19/3/2020).
Menurutnya, setelah itu pihak rektorat menanggapi dan menyampaikan bahwa tuntutan dari mahasiswa tetap ditolak.
"Disamping itu juga, pimpinan universitas seperti rektor tidak hadir dan juga ketua senat yang mengesahkan peraturan ini juga tidak hadir, kemudian ada aksi bakar dari kawan-kawan mahasiswa," sesal Gilang..
"Sementara itu aksi bakar ban dari undang-undang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tidak ada larangan. Dari pihak satpam langsung tiba-tiba melakukan penyerangan dan langsung terjadi kontak fisik dan kekerasan," ungkap Gilang.
Bahkan dikata oleh Gilang ada petugas keamanan yang membawa kayu untuk memukul mahasiswa.
"Yang jadi tuntutan kami ada tiga point, pertama menuntut dicabutnya peraturan rektor nomor 2 tentang kemahasiswaan UBB, kedua menolak segala bentuk intervensi terkait pelaksaan kegiatan terkait kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan di UBB, dan ketiga dalam setiap pengambilan kebijakan yang berbicara tentang organisasi kemahasiswaan harus melibatkan organisasi kemahasiswaan itu sendiri," tegas Gilang.
Adu Jotos Mahasiswa dengan Pihak Keamanan Kampus
Diberitakan sebelumnya, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar demo atau unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Terpadu Kampus UBB berakhir ricuh.
Dari data yang diperoleh, bahwa ada 11 mahasiswa yang mengalami pemukulan. Tak hanya mahasiswa, tetapi petugas keamanan juga ada yang mengalami luka hingga berdarah.
Gilang Virginawan, Mahasiswa yang ikut demo dan Ex Dewan Perwakilan Mahasiswa mengatakan unjuk rasa ini dilakukan pukul 09.00 WIB, Kamis (19/3/2020).
"Aksi ini diikuti oleh lebih dari 300 Mahasiswa UBB untuk mnyampaikan aspirasi penolakan mahasiswa terhadap Peraturan Rektor Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kemahasiswaan," kata Gilang saat dikonfirmasi bangkapos.com.
Menurutnya, kampus yang harusnya menjadi ruang untuk mewujudkan manusia yang unggul membangun peradaban kini menjelma menjadi penjara yang dalam kehidupan berdemokrasinya justru menunjukan praktik otoriter, anti kritik dan tak memberi ruang dialektika sebagai sintesis dari perubahan kearah perbaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mahasiswa-demo2.jpg)