Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

Apa Itu Social Distancing?

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, inti dari lockdown adalah social distancing.

Editor: fitriadi
Dokumentasi Satpas SIM Daan Mogot
Ruang tunggu foto untuk pembuatan SIM di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Satpas SIM Daan Mogot menerapkan social distancing dengan melarang warga duduk dalam jarak dekat guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19. 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah pusat dan daerah menekankan pentingnya masyarakat Indonesia menjaga jarak dari satu orang ke orang lain atau dikenal dengan istilah social distancing.

Sosial distancing mulai diterapkan di Indonesia guna memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 yang semakin masif.

Di antara upaya sosial distancing itu yakni mengimbau, meminta bahkan melarang masyarakat mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Selain itu, pelajar dirumahkan, mereka belajar dari rumah. Begitu pula para PNS atau ASN diminta bekerja dari rumah.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, inti dari lockdown adalah social distancing atau menjaga jarak antara satu dengan yang lain.

Menurutnya, menghindari kontak adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Terkait dengan lockdown, mungkin kita perlu mengetahui lebih jauh mengapa kok orang berpikir tentang lockdown. Karena di negara lain istilahnya lockdown. Sebenarnya kembali lagi intinya adalah social distancing, selama jarak, interaksi, kontak terjaga dengan baik, tidak terjadi kontak, maka itu yang terbaik,” kata Wiku saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan, wilayah Indonesia sangat luas. Maka dari itu, kebijakan lockdown akan berdampak besar terhadap negara, baik dari segi ekonomi, sosial, dan keamanan.

“Kalau kita bicara lockdown kan sebenarnya sudah karantina wilayah, kalau kita bicara wilayah Indonesia ini kan besar sekali. Jadi kalau lockdown nasional kan nanti ada aktivitas ekonomi, jadi ini hal yang perlu diperhatikan,” tuturnya..

Sosiolog Khawatir Kita Akan Menderita Lebih Berat Jika Social Distancing Diabaikan saat Wabah Corona

Terkait soal karantina, Wiku menuturkan terdapat beberapa macam karantina yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Misalnya, karantina di rumah, karantina wilayah, dan di rumah sakit.

“Karantina wilayah tentunya sesuai dengan di mana ada kasus yang berkembang tentunya pemerintah akan menyampaikan daerah-daerah mana yang sudah ada kasusnya dan berkembang,” ujar Wiku.

“Jadi kalau mau karantina kan sebenarnya, karantina bisa bertahap, mulai dari rumah, kita di rumah tidak pergi, untuk rumah yang padat mungkin nanti cari solusi yang lain. Jadi karantina rumah, karantina wilayah, dan mungkin terakhir baru karantina rumah sakit,” sambung dia.

Selain menjaga jarak, empat hal yang perlu dilakukan demi mencegah penyebaran virus yaitu, tidak berjabat tangan, cuci tangan, hindari kerumunan dan memakai masker di tempat ramai.

Adapun total pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia sebanyak 172 kasus per Selasa (17/3/2020).

Jumlah pasien Covid-19 yang diumumkan pada Selasa bertambah 38 kasus dari yang diumumkan Senin (16/3/2020) kemarin.

Penambahan jumlah kasus itu merupakan pasien yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.

Berdasarkan data yang dibeberkan, tercatat sebanyak sembilan pasien dinyatakan sembuh dan tujuh pasien meninggal.

"Tujuh (yang meninggal)," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto saat dihubungi, Selasa (17/3/2020) malam.

Infografik: Mengenal Social Distancing (KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo)
Infografik: Mengenal Social Distancing (KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo) 

Panduan dari WHO

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 disertai gejala penyakit ringan dan sembuh.

Namun, virus ini juga bisa lebih parah pada sebagian orang lain. Pencegahan virus corona bisa dimulai dari diri sendiri.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengetahui informasi terbaru tentang pandemi Covid-19 yang tersedia di situs WHO dan melalui otoritas kesehatan publik.

Cara Mencegah Virus Corona, WHO Sarankan Sering Cuci Tangan dan Jaga Jarak Ketika Orang Batuk

Berikut adalah saran WHO untuk kita semua agar dapat menghindari diri dari infeksi virus SARS-CoV-2.

Jaga kesehatan Anda dan lindungi orang lain dengan melakukan beberapa hal ini:

1. Cuci tangan sesering mungkin

Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol. Kenapa?

Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan cairan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

2. Jaga jarak

Jaga jarak setidaknya 1 meter antara Anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin.

Kenapa? Ketika seseorang bersin atau batuk, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil yang mungkin mengandung virus dari hidung atau mulut.

Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang bersin atau batuk, Anda bisa menghirup tetesan cairan itu, termasuk virus penyebab Covid-19.

3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut

Tangan menyentuk banyak permukaan, dan di sana kemungkinan juga ada virus.

Jika terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Dari sana, virus masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

4. Lakukan kebersihan pernapasan

Kebersihan pernapasan berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu saat Anda batuk atau bersin.

Jika menggunakan tisu, segera buang tisu bekas itu. Hal ini harus dilakukan karena tetesan cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk atau bersin dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Jakarta Tanggap Darurat Bencana Covid-19, Anies Baswedan Minta Masyarakat Patuhi Social Distancing

Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar ari virus seperti flu dan COVID-19.

5. Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari perawatan medis sejak dini

Jika Anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah.

Jika Anda mengalami demam, batuk, atau sulit bernapas, segera cari bantuan medis.

Jangan lupa ikuti arahan otoritas kesehatan setempat. Untuk diketahui, otoritas nasional dan lokal selalu memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

6. Update informasi dan ikuti saran tenaga medis

Selalu update informasi terkini terkait perkembangan Covid-19.

Selain itu, ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan, Kemenkes, dan kesehatan lokal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Virus Corona Covid-19 Bisa Melayang di Udara?

Panduan bagi yang bertemu pasien dalam waktu 14 hari

Panduan perlindungan untuk orang yang bertemu pasien atau mengunjungi area di mana Covid-19 menyebar dalam waktu 14 hari:

1. Ikuti panduan yang diuraikan di atas Tetap di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala dan hidung meler, sampai Anda pulih.

Menghindari kontak dengan orang lain dan kunjungan ke fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini untuk beroperasi secara lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya

2. Segera lapor tenaga medis terdekat Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya.

Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus lainnya.

Mengintip Cara Singapura Atasi Virus Corona hingga Tidak Ada Seorang Pun Pasien Meninggal Dunia

Penulis : Devina Halim/Gloria Setyvani Putri

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Social Distancing, Cara Terbaik untuk Cegah Penyebaran Virus Corona", dan "Panduan Mencegah Virus Corona, Pesan WHO untuk Kita Semua"


Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved