Senin, 27 April 2026

Virus Corona

Dosen ITB Sarankan Hindari Konsumsi Kunyit & Temulawak Rentan Virus Corona?, Ini Alasannya

Dosen ITB Sarankan Hindari Konsumsi Kunyit & Temulawak Rentan Virus Corona?, Ini Alasannya

Editor: M Zulkodri
Freepik
Ditengah wabah virus corona, ahli menyarankan untuk menghindari kunyit dan temulawak sementara waktu 

Dosen ITB Sarankan Hindari Konsumsi Kunyit & Temulawak Rentan Virus Corona?, Ini Alasannya

BANGKAPOS.COM - Semenjak virus corona (Covid-19) masuk ke Indonesia, banyak masyarakat di tanah air yang menjadi rutin mengonsumsi jamu atau empon-empon.

Hal ini dikarenakan keduanya dinilai dapat memperkuat daya tahan tubuh seseorang.

Diketahui orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah memang sangat rentan sekali terserang virus penyebab penyakit, termasuk virus corona.

Seperti dikatakan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, tak ada yang lebih ampuh untuk menangkal Covid-19 selain imunitas tubuh yang kuat.

"Tidak ada di dunia ini yang lebih hebat (menangkal virus Corona), lebih bagus, kecuali imunitas tubuh kita sendiri," kata Terawan dikutip dari Tribunnews (4/3/2020).

Meski begitu, beberapa hari terakhir viral diskusi grup Whatsapp dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) di masyarakat terkait anjuran untuk menghindari beberapa bahan dasar dari jamu dan empon-empon tersebut.

Arahan tersebut diketahui mengatasnamakan Dr. Taufikurrahman selaku Dosen ITB dan Prof. Daryono Hadi Tjahjono yang merupakan Dekan Sekolah Farmasi ITB.

Dimana dalam percakapan yang tersebar disebutkan bahwa masyarakat sebaiknya menghindari konsumsi kunyit dan temulawak untuk sementara waktu.

Pasalnya kedua bahan alami tersebut diketahui memiliki kandungan curcumin.

Menurut rujukan jurnal NCBI yang tertera dalam pesan tersebut dikatakan bahwa curcumin dapat meningkatkan ekspresi enzim ACE2 (Angiotensin-converting-enzyme2) dalam intermyocardium relatif terhadap kelompok reseptor angiotensin II (Ang II).

Sehingga dapat digunakan sebagai agen terapi tambahan dalam pengobatan pasien gagal jantung. 

Namun enzim ACE2 ini disebut dalam percakapan dosen tersebut justru bisa sebagai receptor Covid-19 yang bisa membuat tubuh lebih mudah terjangkit virus corona.

Hal ini merujuk pada jurnal lain yang dipublikasikan di The Lancet.

Dimana temuan tersebut menyatakan bahwa virus corona mengikat sel target mereka melalui enzim pengonversi ACE2 yang diekspresikan oleh sel epitel paru-paru, usus, ginjal, dan pembuluh darah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved