MENGENAL 8 Jenis Jendela, Mana yang Paling Cocok dengan Ruanganmu?
Berapa besarnya bukaan yang ideal? Ukuran bukaan pada jendela diatur sesuai kebutuhan akan penghawaan dan pencahayaan alami ruang.
Dibuka ke atas atau ke bawah (dengan cara digeser).
Saat ini, bentuk jendela seperti ini sudah termasuk jarang digunakan.
Selain karena kurang praktis, untuk membukanya pun diperlukan tenaga yang cukup ekstra dibandingkan dengan bentuk jendela lain.
Namun, dengan bentuk jendela seperti ini aliran udara dapat masuk lebih cepat.


Jendela seperti ini dapat berputar 180 derajat.
Hal yang menjadi perlu diperhatikan dari jendela jenis ini adalah tentang bagaimana agar engselnya dapat tetap kuat dan pas. Sehingga tidak menyebabkan jendela loss berputar.


Bentuk jungkit di bagian atas dapat menghemat ruang, namun udara yang masuk relatif lebih banyak dibandingkan dengan jendela jungkit di bagian bawah.
Pertukaran udara yang terjadi dapat mencapai 50%, karena angin dapat diarahkan secara langsung mengikuti bentuk kemiringan dari daun jendelanya.


Bentuk jendela dengan cara jungkit di bagian bawah lebih menghemat ruang, namun udara yang masuk sangat sedikit, hanya sekitar 20%.
Hal ini disebabkan pergerakan udara harus terhalang lebih dahulu oleh daun jendela baru kemudian dibelokkan ke atas.


Jenis jendela yang sederhana tetapi cukup baik untuk menghasilkan pergerakan udara yang optimal adalah jendela nako.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mengenal-8-jenis-jendela-mana-yang-ideal-untuk-kebutuhan-ruangmu.jpg)