Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona

Khawatir Kardus Belanja dan Makanan Online Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli

Khawatir Kardus Belanja dan Makanan Online Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli

Tayang:
Editor: M Zulkodri
The Star
Benarkah Kardus Belanja dan Makanan Online Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli 

Khawatir Kardus Belanja dan Makanan Online Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli

BANGKAPOS.COM - Sejak Senin minggu lalu, pemerintah mengeluarkan imbauan agar kita tinggal di rumah karena pandemik virus corona. 

Akibatnya, segala usaha online jadi meningkat, terutama makanan dan belanja.

Mulai dari membeli pakaian, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan mandi, hingga memesan makanan semua dipesan online. 

Namun, tak sedikit orang yang khawatir, apakah kardus yang membungkus paket yang dikirimkan pada mereka bisa terkontaminasi virus corona?

Soalnya, ada isu kalau kardus dan plastik dari belanja dan makanan online harus segera dibuang untuk menghindari corona. 

Benarkah?

Benarkah Kardus Belanja dan Makanan Online Bisa Tularkan Corona?

Dilansir dari Business Insider, kecil kemungkinannya kita dapat terinfeksi virus corona dari kardus pembungkus paket yang dikirim.

Ini karena virus corona tak dapat hidup untuk waktu yang lama di permukaan keras.

Virus corona menyebar terutama ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, kemudian menyebarkan tetesan yang mengandung virus ke orang lain.

Sehingga, para ahli kesehatan mengatakan, risikonya sangat kecil virus corona bisa menyebar melalui pembungkus paket yang diantar ke rumah.

Peneliti menyebutkan bahwa virus corona hidup lebih lama di kardus dan plastik! hati-hati!
Peneliti menyebutkan bahwa virus corona hidup lebih lama di kardus dan plastik! hati-hati! (Tribunnews.com)

"Jika ada transmisi melalui paket, kita akan melihat penyebaran global langsung dari China pada awal wabah," kata Elizabeth McGraw, direktur Pusat Penyakit Infeksi Menular di Pennsylvania State University.

"Kami tidak melihat hal itu dan karena itu saya pikir risikonya sangat rendah."

Namun, menurut Rachel Graham, seorang ahli epidemiologi di University of North Carolina, jika Anda ingin ekstra hati-hati, Anda dapat membersihkan paket yang baru diterima.

Sumber: Sajian Sedap
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved