Selasa, 14 April 2026

Anda Suka Yogurt? Sebaiknya Pilih yang Memiliki Kadar Gula Rendah

Yoghurt yang difermentasi menggunakan bakteri baik atau sering disebut probiotik sangat dibutuhkan untuk membantu menyeimbangkan microbiota usus.

Editor: suhendri
Kompas.com/Lusia Kus Anna
Produk terbaru Heavenly Blush Tummy Yogurt tanpa tambahan gula. 

Para ahli gizi sudah memberikan panduan asupan gula yang aman, yaitu kurang dari 10 persen asupan total kalori.

Jika dalam sehari kita mengonsumsi 2000 kalori, maka jumlah gula yang direkomendasikan tak lebih dari 2 sendok makan.

“Itu bukan cuma gula pasir, tapi sudah termasuk dengan gula yang kita dapat dari makanan,” ujar Marya.

Ia juga menyarankan agar kita terbiasa melihat label kemasan dalam produk makanan atau minuman.

Biasanya akan dicantumkan berapa kadar gula atau kalorinya sehingga kita bisa membatasi jika asupan gula pada hari itu sudah berlebihan.

Menurut Marketing Director PT Heavenly Nutrition Indonesia, Ivvone Aryanti, kandungan gula yang tinggi dalam produk yoghurt biasanya untuk menutupi rasa asam hasil fermentasi.

Heavenly Blush memperkenalkan produk terbarunya yang tidak ditambahkan gula, yaitu Tummy Yogurt No Added Sugar.

“Kami menggunakan kultur bakteri asam laktat generasi terbaru untuk pembuatan yoghurt sehingga hasil fermentasinya tidak begitu asam,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ivvone menambahkan, karena kandungan gulanya sangat rendah, produk yoghurt ini juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Demi Pencernaan Sehat, Perhatikan Kadar Gula dalam Yogurt

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved