Virus Corona
Jangan Pulang Kampung! Ternyata Masih Banyak Warga yang Ngeyel
Walau sudah diimbau pemerintah, masih ada saja warga mudik pakai mobil pribadi saat wabah virus corona atau Covid-19.
BANGKAPOS.COM--Walau sudah diimbau pemerintah, masih ada saja warga mudik pakai mobil pribadi saat wabah virus corona atau Covid-19.
Maraknya warga mudik pakai mobil pribadi saat wabah Covid-19, dibenarkan seorang pengendara mobil Dandy Abitama, kepada Wartakotalive.com.
Dilaporkan Dandy Abitama kepada Wartakotalive.com, pada hari ini, Senin (30/3/2020), akhir-akhir ini ia melihat marak warga pulang kampung pakai mobil pribadi.
Penampakan maraknya warga pulang kampung saat wabah Covid-19, kata Dandy, tampak di jalan tol kawasan Halim, Jakarta Timur.
"Mereka mudik pakai mobil pribadi. Bawa barang banyak di mobilnya. Enggak hanya satu mobil. Ya banyak," ujar Dandy.
"Saya juga perhatikan, semobil tuh sekeluarga penuh. Padahal pemerintah berikan imbauan, tunda mudik, tunda piknik. Warganya ngeyel. Eh malah pulang kampung," lanjutnya.
Dandy mengatakan, ia saat itu tengah keluar rumah lantaran tengah mengurus asuransi kesehatan ibunnya, yang baru saja menjalani operasi tulang belakang.
Penampakan warga pulang kampung pakai mobil pribadi melintas di tol saat wabah virus corona, dilihatnya hampir setiap hari.
"Kalau sudah diimbau pemerintah Jakarta jangan pulang kampung ya jangan pulang kampung," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya,
Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Jakarta diperpanjang hingga 19 April 2020.
Diperpanjangnya masa Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun imbau agar warga DKI Jakarta tunda mudik dan piknik.
Imbauan warga Jakarta tunda mudik dan piknik tersebut, diserukan Pemprov DKI Jakarta di akun Instagramnya di @dkijakarta.
Dikutip Wartakotalive.com, imbauan warga Jakarta tidak mudik dan piknik, untuk cegah penyebaran virus corona atau Covid-19 meluas.
"Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 hingga Minggu, 19 April 2020. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda khususnya Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, Sabtu (28/3).
Sejalan dengan kebijakan tersebut, penutupan tempat wisata dan lokasi hiburan, serta peniadaan kegiatan belajar-mengajar di sekolah, turut mengalami perpanjangan waktu.
Kami di sini bersama dengan seluruh komponen pemerintah, baik TNI dan Polri bekerja sama mengendalikan penyebaran wabah COVID-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Kami mendorong masyarakat sebagai front terdepan, mari bersama menekan laju penyebaran COVID-19. Bantu Jakarta untuk #dirumahaja dan tunda sejenak mudik ke kampung halaman.
#LawanCOVID19 #JakartaTanggapCorona #DKIJakarta #dirumahaja #CoronaVirus #COVID2019 #CegahVirusCorona #Jaki #Physicaldistancing" tulis akun Instagram @dkijakarta, Senin (30/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/warga-antre-untuk-mudik-menggunakan-keret.jpg)