Biografi
Tito Karnavian
Namanya mulai dikenal luas saat memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari
Biografi Singkat Tito Karnavian
BANGKAPOS.COM -- Tito Karnavian saat ini menjabat sebagai menteri dalam Negeri Indonesia Kabinet Indonesia maju Presiden Jokowidodo.
Namanya mulai dikenal luas saat memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.
Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top.
Dari beberapa prestasi yang diperolehnya tersebut, namanya mulai dibicarakan dan mendapat kenaikan pangkat.
Berikut biografi singkat Tito Karnavian seperti dilansir dari berbagai sumber.
Muhammad Tito Karnavian atau lebih dikenal dengan Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 26 Oktober 1964.
Ia adalah seorang birokrat dan tokoh kepolisian Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Sebagai seorang perwira tinggi polisi, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-23.
Semasa sekolah Tito Karnavian mengenyam pendidikan SD Xaverius 4 di Palembang, SMP Xaverius 2 di Palembang, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Palembang lalu pendidikan AKABRI pada tahun 1987.
Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.
Tito termasuk seorang polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat.
Saat masih menyandang pangkat AKBP, dia memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.
Pangkatnya dinaikkan, dan dirinya menerima penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol. Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, seperti Idham Azis, Saiful Maltha, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan yang lainnya.
Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top. Atas prestasi ini, pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan diangkat menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/menteri-dalam-negeri-mendagri-tito-karnavian.jpg)