Selasa, 12 Mei 2026

WIKI BANGKA

Tips Menjaga Kesehatan Paru dan Pentingnya Penggunaan Masker Ditengah Pandemi Covid-19

dr Adi mengiimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berpergian ke luar.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Dok/dr Adi Rosadi
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi mengatakan, penularan Covid-19 ini bisa melalui droplet atau percikan dahak pada saat penderita COVID-19 batuk, bersin dan berbicara.

Dia mengungkapkan, percikan dahak yang mengandung virus SARS-CoV-2 dapat terhirup oleh orang yang berjarak kurang dari 1 meter.

Disamping itu, saluran napas manusia dari rongga mulut sampai dengan paru bahan bawah (bronkiolus terminalis) mengandung sangat banyak reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2).

"Banyaknya reseptor ACE-2 ini membuat virus yang beterbangan di udara sangat mudah menempel pada saluran pernapas orang yang berdekatan dengan pasien Covid-19," ucap dr Adi Rosadi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (1/4/2020)

Ia menambahkan, hal lain yang membuat penyakit ini sangat mudah menular adalah virus Covid-19 sudah dapat ditularkan pada saat pengidap virus (carrier) masih dalam masa inkubasi atau masih sehat.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berpergian ke luar.

"Karena itu memakai masker pada saat pandemi Covid-19 merupakan upaya yang sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini. Masker wajah (face mask) harus selalu dipakai pada saat kita sakit batuk, pilek atau demam dan bila berada dalam kerumunan orang walaupun dalam keadaan sehat," jelas Adi.

Ia menuturkan, apabila semua orang yang berada dalam kerumunan memakai masker, potensi penularan penyakit ini menjadi sangat menurun, walaupun yang terbaik saat ini adalah menghindari kerumunan.

Diakuinya, kesehatan paru merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

"Bila ada penyakit tuberculosis (TBC), maka harus diobati dengan minum obat antituberculosis (OAT) secara teratur minimal selama 6 bulan," saran Adi Rosadi

"Untuk jenis penyakit yang lain juga harus diobati dengan teratur dan dikontrol, karena dapat mempengaruhi kesehatan paru seperti sakit jantung, ginjal, hati, hipertensi, diabetes mellitus (kencing manis) dan dislipidemia (kadar kolesterol tinggi," tambahnya

Berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru diantaranya:

1. Melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas)
Kesehatan paru dapat dicapai melalui gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (Germas), seperti mengkonsumsi makan makanan dengan gizi seimbang dan dimasak sempurna (tidak setengah matang) dan selalu cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setelah melakukan aktivitas.

Wakil Bupati Babar Markus memperagakan program Germas.
Wakil Bupati Babar Markus memperagakan program Germas. (IST)

2. Minum Air Putih 8 Gelas Sehari
Banyak minum air putih, minimal 8 gelas dalam sehari sangat baik untuk menjaga kesehatan paru, bila tidak ada sakit jantung atau ginjal.

Air putih sehat untuk tubuh
Air putih sehat untuk tubuh (Bangkapos.com / Fitriadi)

3. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Dengan tidur atau itirahat yang cukup maka akan berdampak baik bagi kesehat tubuh.

Susi Pudjiastuti beristirahat sambil minum kopi di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, (8/10/2019).
Susi Pudjiastuti beristirahat sambil minum kopi di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, (8/10/2019). (Kompas.com/Farid Assifa)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved