Rabu, 6 Mei 2026

Selama Masa Darurat Wabah Covid-19, Kampus Diminta Mudahkan Skripsi Mahasiswa

Skripsi dan tugas akhir menjadi salah satu isu hangat kalangan mahasiswa selama masa pembatasan sosial atau social distancing selama masa darurat

Tayang:
Editor: Evan Saputra
Nur Ika Anisa/Surya
Ilustrasi Skripsi setebal 1.150 halaman ini juga sempat viral di media sosial instagram karya alumnus Ubaya Surabaya. 

BANGKAPOS.COM - Skripsi dan tugas akhir menjadi salah satu isu hangat kalangan mahasiswa selama masa pembatasan sosial atau social distancing selama masa darurat wabah Covid-19.

Kemendikbud melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam di Jakarta (6/4/2020) berharap  kampus memudahkan atau tidak mempersulit tugas akhir dan skripsi mahasiswa selama darurat Covid-19.

Dirjen Dikti menyampaikan untuk karya tulis akhir tidak harus berupa pengumpulan data primer di lapangan/laboratorium. Metode dan waktunya bisa beragam dan fleksibel sesuai bimbingan dari dosen pembimbing.

Soal jadwal dan bentuk ujian

Selain itu, Dirjen Dikti juga mengingatkan jadwal dan bentuk ujian mahasiswa tidak harus berbentuk konvensional dan dapat disesuaikan jadwalnya.

"Jadwal ujian silakan diatur sesuai perkembangan, bentuknya tidak harus konvensional, tetapi bisa dalam bentuk penugasan, esai, kajian pustaka, analisa data, proyek mandiri, dan sebagainya," ujar Nizam.

Menurutnya yang penting didasarkan pada learning outcome/capaian pembelajaran yg diharapkan.

"Jadwal praktik bisa digeser, akhir semester bisa digeser, kalender akademik bisa disesuaikan, yang tidak boleh dikompromikan adalah kualitas pembelajarannya," tegas Nizam.

Rektor Unimed Syamsul Gultom Universitas Negeri Medan (Unimed) menjelaskan beberapa kebijakan yang telah diterapkan untuk memudahkan pembelajaran dari rumah.

Rektor memberikan imbauan kepada seluruh Dekan untuk membuat alternatif dalam pelaksanaan ujian.

Salah satunya adalah pelaksanaan ujian mempertahankan skripsi tetap dilaksanakan secara daring apabila mahasiswa tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Unimed, begitu juga dengan pelaksanaan seminar Proposal.

Terkait persyaratan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ujian mempertahankan Skripsi dan pelaksanaan seminar Proposal penelitian mahasiswa di Unimed, seperti surat keterangan bebas pustaka, dan sebagainya, dapat dilengkapi dikemudian hari jika keadaan sudah memungkinan, imbuh Syamsul Gultom.

“Terdapat ratusan mahasiswa yang mengikuti ujian proposal secara online, ujian meja hijau skripsi online dan ujian tesis online, serta layanan akademik lainnya dari semua program studi di lingkungan Unimed,” terang Rektor Unimed.
Kerja sama provider
Sebagai upaya mendukung proses kuliah daring dan layanan akademik, Unimed melakukan kerja sama dengan provider Telkomsel dan Indosat.

Setiap mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan lainnya menerima kouta internet gratis 30 GB. Selain itu juga memberikan bantuan kepada mahasiswa sebesar Rp. 50.000/orang untuk membeli paket/pulsa internet, dengan jumlah mahasiswa sekitar 23.788 orang.

Institut Pertanian Bogor (IPB) juga menerapkan kebijakan khusus untuk membantu mahasiswa dalam menunjang pembelajaran secara daring melalui peningkatan kualitas infrastruktur penyelenggaraan kuliah daring di setiap unit kerja serta bantuan kuota internet juga diberikan kepada seluruh mahasiswa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved