Breaking News:

Update Virus Corona di Bangka Belitung

50 Meter Bergeser dari Rumah ODP Akan Didatangi Petugas, ODP Babel Dipantau Pakai Aplikasi

50 Meter Bergeser dari Rumah ODP Akan Didatangi Petugas, ODP Babel Dipantau Pakai Aplikasi

Bangka Pos
Covid 19 di Bangka Belitung 

BANGKAPOS,COM -- Pengawasan ketat akan dialami warga yang masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bangka Belitung. Bergeser lebih dari 50 meter dari rumahnya, warga tersebut akan didatangi.

Sulitnya melakukan pengawasan terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang terdata masuk melalui bandara atau pelabuhan ke Babel dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini membuat seorang putra daerah asal Babel yang menjadi salah satu Founder IT Rumahawan Indonesia Al Ghozi menawarkan aplikasi berbasis IT yang dapat membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Melansir artikel dari babelprov.go.id, Al Ghozi bersama tim IT Rumahawan Indonesia akan mendukung penuh Pemprov. Kepulauan Babel dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Gubernur Erzaldi Rosman mengapresiasi metode ini dengan segera merespon presentasi yang dilakukan Al Ghozi kepada Gubernur Erzaldi Rosman dalam vidcon bersama beberapa pihak terkait penanganan Covid-19 seperti Staf Khusus Bidang IT, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kepulauan Babel, Kepala Dinas beserta Tim Dinas Kominfo Babel. 

Dijelaskan Al Ghozi, aplikasi ini mampu melakukan tracing, tracking, dan fencing ODP di Babel secara real time selama 14 hari.

Selain itu, aplikasi ini juga mampu menampilkan history aktivitas ODP apabila handphone ODP dalam keadaan offline. Akan tetapi ODP akan diingatkan tegas untuk tidak mematikan telepon selularnya selama 14 hari sejak terdata.

“Aplikasi berbasis mobile, android dengan fitur #LiveLoveTracking merupakan real time Penelusuran (Tracing), Pelacakan (Tracking), dan pengurungan (Fencing) orang yang masuk Babel,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, ODP akan terpantau keberadaannya selama 14 hari, sehingga petugas dapat memastikan bahwa ODP tidak keluar rumah atau bepergian jauh. Itu artinya, ODP benar-benar menjalankan protokol karantina yang sudah ditetapkan pemerintah. 

“Apabila ODP keluar rumah, maka aplikasi akan memberikan tanda (alert) kepada petugas. Jika ODP keluar lebih dari 50 meter dari rumah, petugas dapat segera mendatangi posisi ODP,” jelasnya. 

Secara teknis, Gubernur Erzaldi Rosman meminta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mikron Antariksa untuk menyiapkan tenaga pemandu yang bertugas membantu orang datang yang secara otomatis menjadi ODP untuk mengunduh aplikasi ini dan memasukkan data-data kependudukan hingga kondisi kesehatan yang dicek saat tiba di Babel.

Halaman
123
Penulis: Teddy M (CC)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved