Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Pakar Epidemiologi UI Khawatir Jika Puncak Virus Corona Terjadi di Bulan Ramadan

Pandemi Corona di Indonesia Menurut Pakar Epidemiologi; 'Yang Mengkhawatirkan Itu Bulan Ramadan'

Tayang:
Editor: fitriadi
Tribunjababar.id/M Nandri Prilatama
Pemakaman jenazah pasien Covid-19 atau virus corona. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sekjen MUI Minta Tidak Ada Penolakan Terhadap Penguburan Jenazah Pasien Corona, https://www.tribunnews.com/corona/2020/04/02/sekjen-mui-minta-tidak-ada-penolakan-terhadap-penguburan-jenazah-pasien-corona. Penulis: Fahdi Fahlevi Editor: Anita K Wardhani 

"Atau bahkan dengan gangguan minimal, karenanya disebut tanpa gejala. Itu kemudian bisa menjadi potensi untuk terjadinya sumber penyebaran baru," lanjutnya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa orang yang terinfeksi Covid-19 dan tidak merasakan apapun menularkan Virus ke orang lain?

Salah satu kekhawatiran utama seputar virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 adalah virus ini lebih mudah menyebar.

Padahal di seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, negara-negara lebih fokus mengisolasi pasien yang menunjukkan gejala.

Di sisi lain, beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 tapi hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali dapat membantu menyebarkan Virus.

Dalam studi yang terbit pertengahan Maret lalu dijelaskan bahwa sekitar 80 persen kasus Covid-19 hanya menunjukkan gejala yang ringan.

Diakui ahli paru Joseph Khabbaza, MD, ini adalah masalah rumit.

"Terkadang gejala yang muncul tidak spesifik dalam dua minggu," kata Joseph.

Dia menjelaskan, gejala tak spesifik itu bisa seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, dan diare. Di mana gejala tersebut pun dapat mengindikasikan penyakit lain yang lebih umum seperti flu dan pilek.

Karena hal ini pula, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi Virus SARS-CoV-2 dan dapat menularkan Covid-19 ke orang lain.

Untuk saat ini, mengetahui apakah kita terinfeksi Covid-19 atau tidak, hanya dapat dilakukan dengan tes uji laboratorium.

Pentingnya tinggal di rumah

Dari studi-studi tersebut, Dr. Khabbaza mengatakan bahwa sangat penting untuk mengikuti instruksi pemerintah dan lembaga medis untuk di rumah saja dan jaga jarak dengan orang lain minimal dua meter.

Karena begitu banyak kasus yang tidak menunjukkan gejala atau minim gejala, sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang benar-benar membawa Virus.

Fakta ini membuat tindakan pencegahan semakin penting dilakukan dan harus dilakukan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved