Kamis, 23 April 2026

Saking Dahsyatnya Letusan Gunung Tambora di Sumbawa Sampai Mengubah Dunia

205 tahun yang lalu, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ( NTB) meletus hebat pada 10 April 1815.

Editor: fitriadi
intisari.grid.id
Letusan Gunung Samalas mengalahkan Tambora dan Krakatau. 

BANGKAPOS.COM - Gunung Tambora pernah meletus dahsyat 205 tahun yang lalu,  tepatnya pada 10 April 1815.

Letusan dahsyat itu menjadi yang terkuat dalam catatan sejarah manusia modern.

Saking dahsyatnya letusan Gunung Tambora sampai mengubah iklim dunia.

Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

Total volume yang dikeluarkan Gunung Tambora saat itu mencapai 150 kilometer kubik atau 150 miliar meter kubik.

Deposit jatuhan abu yang terekam hingga sejauh 1.300 kilometer dari sumbernya. Material vulkanik yang mengalir ke lautan menyebabkan gelombang tsunami dengan ketinggian 4 meter.

Sejarah Gunung Krakatau, Letusan Dahsyatnya Bikin Pulau Sumatera dan Jawa Gelap Gulita

Seorang ilmuwan dan budayawan Amerika Serikat, Gillen D'Arcy Wood, dalam bukunya "Tambora: The Eruption That Changed the World" yang terbit di tahun 2015, menuliskan letusan Tambora memberikan dampak yang menyebar ke seluruh dunia.

Perjalanan menuju dasar kaldera Gunung Tambora melalui jalur Doro nCanga di Dompu, NTB, 24 Agustus 2014.
Perjalanan menuju dasar kaldera Gunung Tambora melalui jalur Doro nCanga di Dompu, NTB, 24 Agustus 2014. (KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT)

Dampak yang terasa yakni adanya tiga tahun perubahan iklim. Dunia semakin dingin dan pola cuaca berubah. Perubahan itu menyebabkan kegagalan panen dan kelaparan di wilayah Asia, Amerika Serikat dan Eropa.

Magnitudo letusan Tambora, berdasarkan Volcanic Explosivity Index (VEI), berada pada skala 7 dari 8, hanya kalah dari letusan Gunung Toba (Sumatera Utara), sekitar 74.000 tahun lalu, yang berada pada skala 8.

Jumlah korban tewas akibat gunung ini sedikitnya mencapai 71.000 jiwa, sebagian ahli menyebut angka 91.000 jiwa.

Meletusnya Gunung Krakatau Ternyata Jadi Kunci Jawaban Tenggelamnya Atlantis yang Misterius

Sebanyak 10.000 orang tewas secara langsung akibat letusan dan sisanya karena bencana kelaparan dan penyakit yang mendera.

Jumlah ini belum termasuk kematian yang terjadi di negara-negara lain, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, yang didera bencana kelaparan akibat abu vulkanis Tambora yang menyebabkan tahun tanpa musim panas di dua benua itu.

Jika kehancuran di sekitar Tambora disebabkan terpaan awan panas, kematian massal berskala global justru disebabkan pendinginan Bumi pasca-letusan.

Total penurunan suhu bumi saat itu mencapai 0,4 sampai 0,7 derajat celsius. Dampaknya adalah kegagalan panen global.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved