Kriminalitas
Kisah Pria Pengangguran Pemburu 80 Janda, Bius Korban dengan Secangkir Kopi
Hendi yang terlihat bersih, putih dan tampan di media sosial dan video call malah nampak hitam dan berjerawat.
Mereka berbincang mengenai rencana pernikahan dan akan mengajaknya ke Jakarta.
Bahkan, Hendi mengaku akan mengajak Dewi berbelanja perhiasan selepas Magrib.
Katanya, sebagai tanda keseriusan Hendi untuk menikahinya.
Kopi Sumber Bencana
Sambil menunggu waktu menikmati sore, Hendi meminta izin untuk membuat kopi.
"Dia sendiri yang masak air panasnya dan bikin cuma secangkir," kata Dewi.
Hendi menyerupt kopi sampai tersisa setengah cangkr, dan sisanya Dewi diminta meminumnya.
"Katanya biar romantis secangkir berdua," kata Dewi.
Tak berapa lama setelah meminum kopi, Dewi sama sekali tak ingat apa-apa lagi.
Ia tertidur dan baru terbangun keesokan harinya sekira pukul 06.00 WIB.
"Jadi itu saya enggak sadar tidur di kursi ruang tamu semalaman," ucapnya.
Bangun dari tidur panjangnya, Dewi merasa perutnya mual.
Dia langsung menuju kamar mandi, tapi terasa begitu jauh. Beberapa kali ia terjatuh karena kakinya begitu lemah, tak kuat untuk melangkah.
Di tengah kondisi limbung, Dewi teringat dengan Hendi, orang terakhir yang ditemuinya sebelum tertidur panjang.
"Saya pikir awalnya dia tidur di kamar, akhirnya saya merangkak naik ke lantai dua ke kamar saya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/penipuan_20150922_174016.jpg)