Rabu, 22 April 2026

RESMI, PT PLN Tak Sanggup Beri Diskon Listrik 900 VA dan 1.300 VA Nonsubsidi, Ini Alasannya

RESMI, PT PLN Tak Sanggup Beri Diskon Listrik 900 VA dan 1.300 VA Nonsubsidi, Ini Alasannya

Editor: Teddy Malaka
TRIBUNNEWS.COM
Cara login di www.pln.co.id untuk dapatkan pelayanan token listrik gratis. 

BANGKAPOS.COM--Program Listrik Gratis PLN saat wabah Virus Corona terus menjalar.

Kini banyak desakan agar  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  juga memberikan diskon tarif listrik untuk pelanggan 900 VA (non subsidi) dan pelanggan 1300 VA.

Desakan muncul setelah PLN menyetujui memberikan Token Listrik Gratis terhadap pelanggan 450 VA dan memberikan diskon 50% kepada pelanggan 900 VA.

Terbaru, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan  tidak bisa memberikan insentif kepada pelanggan 900 VA (non subsidi) dan pelanggan 1300 VA.

Sebab, kemampuan keuangan PLN tidak akan sanggung menanggung itu.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (22/4/2020) beberapa anggota DPR menanyakan apakah pelanggan 900 VA (non subsidi) dan 1300 VA akan mendapatkan insentif juga?

Sebab, saat ini kelas menengah juga sudah morat-marit.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, bahwa jumlah pelanggan 900 VA (non subsidi) mencapai 22,7 juta pelanggan dengan rekening bulanan Rp 143.000 sehingga totalnya Rp 9,5 triliun, lalu jumlah pelanggan 1300 VA mencapai 11,7 juta dengan rekening bulanan Rp 221.000 dengan total Rp 7,4 triliun.

"Totalnya 16,9 triliun per bulan, kalau jumlah itu dibebankan ke kami tentu kami tidak sanggup, hanya pemerintah yang bisa," imbuh dia

* Diskon Gunakan Anggran Negara, PLN Akan Tagih Pemerintah

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan bahwa kebijakan untuk memberikan listrik gratis terhadap pelanggan 450 VA dengan jumlah 23,85 juta, dan memberikan diskon 50% kepada pelanggan 900 VA dengan jumlah 7,33 juta pelanggan memakai anggaran negara, alias bukan memakai dana PLN.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa kebijakan memberikan gratis listrik dan diskon itu berasal dari anggaran negara.

Akan kami tagihkan ke negara, sekarang kami talangi dulu," kata Zulfikli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, hari ini.

Saat ini kata Zulkifli, kebijakan itu sudah dilaksanakan 100% pada 9 April 2020.

Namun, Syafruddin Maming Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar mengatakan, bahwa realisasi pelaksanaan pemberian gratis listrik dan diskon listrik belum seluruhnya sampai ke masyarakat bahkan sampai pada tanggal 11 April 2020.

Sumber: Kontan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved