Breaking News:

NASIB 3 Jenderal yang Pernah Tegur 'Keras' Soeharto, Begini Kisah Selengkapnya

Kisah Soeharto sebelum menjadi Presiden RI kedua banyak yang belum terungkap, seperti halnya soal tamparan ke Pak Harto kala masih menjadi seorang TNI

Penulis: tidakada002 | Editor: Edi Yusmanto
(Ade Sulaeman)
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, 1966. 

Soeharto dianggap mempermalukan korps Angkatan Darat (AD).

Tak hanya itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal AH Nasution juga dikabarkan pernah memecat Soeharto sebagai Pangdam Diponegoro secara tidak hormat.

Soeharto dianggap telah menggunakan institusi militernya untuk mengumpulkan uang dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.

“Sebagai Penguasa Perang, saya merasa ada wewenang mengambil keputusan darurat untuk kepentingan rakyat, ialah dengan barter gula dengan beras. Saya tugasi Bob Hasan melaksanakan barter ke Singapura, dengan catatan beras harus datang lebih dahulu ke Semarang,” demikian pengakuan Soeharto dalam Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya (1989).

Namun Soeharto diselamatkan Mayjend Gatot Subroto.

Menurut Gatot, Soeharto masih bisa dibina.

Akhirnya, Soeharto pun disekolah di Seskoad di Bandung.

Akhir Hayat Jenderal Nasution yang Menyedihkan

Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia
Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Nasib Jenderal AH Nasution dan Jenderal Ahmad Yani berbeda saat terjadi peristiwa penculikan jenderal AD, 30 September 1965.

Ahmad Yani tewas sementara AH Nasution berhasil melarikan diri.

Ahmad Yani diculik dari rumahnya
Ahmad Yani diculik dari rumahnya 

Namun Nasution harus kehilangan putrinya Ade Irma Suryani.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved