Kamis, 23 April 2026

SEJARAH Candi Borobudur, Proses Pembangunan hingga Desain dan Material Bangunan

Bagaimana cara mengangkat jutaan ton batu untuk menyusun Candi Borobudur? Candi Borobudur tingginya setara bangunan 10 lantai

Istimewa
Foto lawas Candi Borobudur 

Material Penyusun Candi

Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit.

Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi.

Menurut Sampurno, tanah ini ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m.

Kegiatan Mark Zuckerberg di Candi Borobudur
Kegiatan Mark Zuckerberg di Candi Borobudur (Facebook/mzuck)

Batuan penyusun Candi Borobudur berjenis andesit dengan porositas yang tinggi, kadar porinya sekitar 32-46%, dan antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan.

Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis. Dari hasil penelitian Sampurno (1969), diperoleh kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2. Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.

Itulah perkiraan cara membangun Candi Borobudur. ( Tribunjambi.com )

https://jambi.tribunnews.com/2020/05/07/isi-perut-candi-borobudur-saat-dibongkar-tak-ada-yang-menduga-terkurung-setelah-ribuan-tahun?page=all

 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved