Virus Corona

BNPB Prediksi Kasus Positif Covid-19 Melonjak Pekan Depan, Bukan di Ibukota tapi di Daerah

BNPB memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada pekan depan.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Suasana rapid test massal di Puskesmas Tamansari Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (14/5/2020) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada pekan depan.

Bukan di ibukota, BNPB justru sebutkan peningkatan akan terjadi di daerah-daerah.

Dilansir dari kontan.co.id, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswanid mengatakan sebabnya.

Rupanya, kapasitas pemeriksaan Covid-19 ditargetkan meningkat.

Sehingga secara umum akan terlihat semakin jelas yang sebelumnya tidak diketahui positif menderita Covid-19.

Dengan adanya peningkatan kapasitas pemeriksaan Covid-19 hal tersebut tentunya akan semakin memperjelas peta persebaran Covid-19.

Warga Arab Saudi Dilarang Keluar Rumah 24 Jam Selama 5 Hari Saat Idul Fitri

Klaster Baru Covid-19 Muncul di Kota Jilin, China Langsung Terapkan Lockdown

Surat Edaran PP Muhammadiyah soal Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan, pengujian spesimen Covid-19 bisa sekitar 10.000 per hari.

Namun Dody mengakui target ini sulit tercapai mengingat kapasitas laboratorium dan Sumber Daya Manusia yang terbatas.

Tetapi, Dody melanjutkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan, sehingga diharapkan bisa meningkat hingga 40.000 per hari.

“Jangan kaget bahwa minggu depan hasil positif cenderung banyak naiknya, secara teknis harus begitu supaya bisa mempercepat penyelesaian covid ini, memang jumlah testing harus kita dinaikkan,” ujar Dody dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5).

Dody menyebut, bila pemeriksaan bisa mencapai 40.000 per hari, dihadapkan bisa mewakili daerah-daerah dianggap merah.

Meski begitu, Dody pun menyebut tingkat kematian harus tetap dijaga.

Pasalnya, bila dilihat secara statistik, saat ini dari angka positif terdapat 6%-7% yang mengalami kritis.

“Di Jakarta, 12 rumah sakit mulai terkendali, dia tidak penuh lagi pasien Covid-19.

"Sekarang di daerah karena kemampuan testing akan ditingkatkan, kita harus tingkatkan kapasitas rumah sakit di daerah,” tambah Dody.

Irjen Supratman Positif Covid-19, Kapolri dan 9 Kapolda Jalani Tes Swab, Ini Hasilnya

Menurut Dody, saat ini BNPB dengan Kementerian PUPR pun tengah meningkatkan berbagai fasilitas rumah sakit darurat, seperti melakukan renovasi, menyiapkan rumah sakit darurat dari gedung atau hotel yang tidak dipakai.

Dody mengatakan, begitu kapsitas pemeriksaan ditingkatkan, diharapkan kurva Covid-19 bisa mencapai puncak di awal Juni 2020 dan terus menurun.

“Tergantung partisipasi masyarakat, kalau semua sama-sama ikut testing, mudah-mudahan kurva puncak kita di awal Juni.

"Kalau puncak disana, kita harus siap kapasitas rumah sakit. Kalau testing selesai, puncaknya bisa tercapai, mudah-mudahan melandai kebawah,” kata Dody.

(Kontan.co.id/Lidya Yuniartha)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul "BNPB prediksi kasus positif corona akan melonjak pekan depan, ini pemicunya"

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved