Virus Corona

Penasihat Medis China Bantah Data Virus Corona Negaranya Masih Meragukan

Penasihat medis China, Dr Zhong Nanshan, membantah bahwa data virus corona milik negaranya masih diragukan sejumlah negara.

(Xinhua)
Ahli respiratori asal China, Zhong Nanshan yang memprediksikan virus corona akan memuncak dalam 10 hari.(Xinhua) 

BANGKAPOS.COM -

Penasihat medis China, Dr Zhong Nanshan, membantah bahwa data virus corona milik negaranya masih diragukan sejumlah negara.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah mengakui bahwa otoritas Wuhan, kota yang pertama kali mendeteksi wabah, sudah tidak jujur.

Dalam wawancara dengan CNN Minggu (17/5/2020), Dr Zhong Nanshan membantah bahwa data resmi China masih diragukan oleh sejumlah pihak.

Dengan kasus infeksi virus corona di Negeri "Panda" melebihi 87.000, Presiden Amerika Serikat (AS) (AS) Donald Trump menaruh curiga.

Presiden berusia 73 tahun itu berulang kali menuding bahwa Beijing menyembunyikan sesuatu, dan menyebut virus itu berasal dari Wuhan.

Zhong menekankan, pemerintah negaranya belajar dari wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah ( SARS) yang terjadi pada 2002 sampai 2004 silam.

Saat itu, pakar pulmonogi yang dijuluki "Pahlawan SARS" itu mengatakan, Beijing menutupi pandemi tersebut selaam dua sampai tiga bulan.

Agar tidak mengulang kesalahan 17 tahun silam, pemerintah pusat kemudian memerintahkan semua daerah, mulai provinsi hingga distrik, melaporkan angka kasus sebenarnya.

"Jika Anda tidak melakukannya, Anda akan dihukum. Jadi, sejak 23 Januari, saya kira semua data yang dipaparkan... adalah akurat," kata dia.

Halaman
12
Penulis: tidakada004
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved