Berita Pangkalpinang

Benarkah Kolestrol Naik Dapat Memicu Emosi? Begini Kata Dokter dan Tips Atasinya.

Kadar kolestrol naik dan darah tinggi bisa memicu seseorang emosian atau sering marah-marah. Apakah itu benar?

batam.tribunnews.com
Ilustrasi foto berkelahi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat lebaran kita kerap mengkonsumsi makanan berlemak, sehingga memicu kolestrol naik dan darah tinggi.

dr Hasri Nopianto, Dokter Umum yang pernah bekerja di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya mengatakan kolesterol tinggi dan darah tinggi merupakan dua penyakit yang saling berinteraksi satu sama lain.

"Darah tinggi, atau yang lebih dikenal dengan hipertensi dapat terjadi saat tekanan pembuluh darah melebihi normal. Salah satu penyebabnya adalah adanya penumpukan kolesterol yang membuat pembuluh darah menyempit," ujar dr Hasri saat dihubungi bangkapos.com, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut ia menambahkan menyempitnya pembuluh darah tersebut akan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Jika hal tersebut sudah terjadi maka pembuluh darah dan jantung lebih rentan mengalami kerusakan. Kedua penyakit tersebut memiliki satu faktor risiko yang sama, yaitu penyakit jantung.

Ketika disinggung mengenai kadar kolestrol naik dan darah tinggi bisa memicu seseorang emosian atau sering marah-marah.

Apakah itu benar?

dr Hasri mengungkapkan tak semua orang yang tekanan darahnya naik akan lebih cepat marah dan memiliki emosi yang tidak stabil.

Hipertensi tidak selalu menjadi akibat dari seseorang lebih cepat marah. Hal ini sebenarnya tergantung dengan bagaimana kita mengelola emosi dan stres.

Jadi, meskipun menderita hipertensi, tentunya dapat menghindari rasa ingin cepat marah akibat tekanan darah meningkat.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved