Berita Belitung

Warga Geger Penjual Tokoyaki Tewas di Kamar Kontrakan, Dobrak Pintu, Begini Kondisinya

Lelaki ber KTP Desa Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara itu diduga meninggal dunia, karena mengidap penyakit jantung.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi mayat 

POSBELITUNG.CO-- Warga sekitar  di Jalan Mat Yasin, RT 26/12 Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digeger dengan penemuan mayat di kamar kontrakan.

Jasad yang ditemukan di kamar kontrakan tersebut adalah Juhari (60), yang ditemukan Minggu (31/5/2020) sore. 

Lelaki ber KTP Desa Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara itu diduga meninggal dunia, karena mengidap penyakit jantung.

Perantau yang ke Belitung untuk berjualan Tokoyaki di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan (seberang Galeri KUKM Belitung) itu, ditemukan sudah tidak bernyawa oleh Ketua RT setempat, Indra dan pemilik kontrakan bernama Bujang Haris (72).

Awalnya pemilik kontrakan tersebut mencari korban, lantaran ada keperluan. Namun berulang kali dipanggil, hingga akhirnya Bujang Haris mencoba untuk menghubungi via telepon, dan kondisi Handphone (HP) korban terdengar dari luar rumah.

"Jadi akhirnya kami dobrak pintu kontrakan itu, dan yang mendobrak saya sendiri. Iya awalnya saya dihubungi oleh pemilik kontrakan itu, dan saya minta waktu itu telepon lagi nomor yang bersangkutan, ada didalam deringan HP nya, jadi saya putuskan untuk mendobrak," kata Ketua RT 26 Indra kepada Pos Belitung, minggu (31/5).

Ia mengaku, saat mendobrak pintu rumah kontrakan yang di sewa korban ini, sempat mengalami kesulitan, lantaran posisi pintu terhalang oleh sepeda motor yang terparkir di dalam rumah, sehingga hanya ada celah sedikit, sebagai ruang untuk masuk.

"Itu saya paksa untuk masuk, pas mau geser motor, motor lagi yang di kunci setang, jadi langsung kami lapor tadi menelepon Bhabinkamtibmas. Iya korban ini memang biasa setiap hari terlihat oleh warga, tapi tadi itu tidak keluar rumah sama sekali," ucapnya.

Korban tersebut, sudah menyewa rumah kontrakan itu sekitar enam bulan belakang, dan terakhir warga melihat korban itu masuk ke dalam rumah, Sabtu (30/5/2020) pukul 23.00 WIB dan sempat ngobrol dengan warga setempat.

Ia mengatakan, sejak sekitar tiga bulan belakang, korban memang hanya hidup sendiri di kontrakan tersebut, lantaran istri dan anaknya masih berada di Jakarta, dan tidak bisa pulang ke Belitung akibat wabah covid-19. Istri dan anak korban berada di Jakarta, untuk keperluan pernikahan anak korban.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved