Rabu, 8 April 2026

KENALI Fakta-fakta Jamur Enoki yang Ditarik dari Pasaran

Jamur enoki yang tercemar bakteri listeria bisa menyebabkan penyakit listeriosis dan penyakit listeriosis ini juga bisa menyebabkan kematian.

Kolase TribunStyle/Freepik/coupleeatsfood.com
Jamur Enoki 

BANGKAPOS.com - Jamur enoki kini sedang naik daun.

Banyak orang mencari jamur enoki untuk diolah menjadi berbagai panganan.

Demam hallyu Korea Selatan pun turut andil sehingga jamur enoki kian populer di Tanah Air.

Kini banyak yang mengolah jamur enoki dengan resep khas Korea Selatan seperti sup sundubu jjigae.

Sup sundubu jjigae
Sup sundubu jjigae (coupleeatsfood.com)

Jamur enoki juga sering menjadi pelengkap menu suki hingga shabu-shabu.

Kini sedang nge-trend, jamur enoki justru ditarik dari pasaran Indonesia.

Mengapa jamur enoki yang sedang jadi laris manis ini ditarik dari peredaran?

Inilah sejumlah fakta jamur enoki yang ditarik dari peredaran yang berhasil dirangkum TribunStyle.com:

1. Tercemar bakteri listeria

Terkuaknya fakta tentang jamur enoki yang tercemar bakteri listeria berawal dari laporan International Food Safety Authority Network (INFOSAN) melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF), tentang kejadian luar biasa di Amerika Serikat, Kanada dan Australia .

Laporan itu menyebut orang-orang jatuh sakit setelah mengonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan.

Penyakit itu disebabkan jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah menguji sampel jamur enoki asal Korea Selatan.

Hasil pengujian, 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri listeria monocytogenes dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

Jumlah tersebut dinyatakan melewati ambang batas aman untuk dikonsumsi.

2. Asal jamur enoki yang ditarik

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved