Kamis, 9 April 2026

ARISAN Bodong, Sejumlah Warga Batal Berkurban dan Dapat Motor

Puncaknya para korban penipuan arisan lebaran ini mendatangi rumah mewah di Kampung Limbangan, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur

Warta Kota
Ilustrasi arisan. 

Sejumlah Warga Batal Berkurban dan Dapat Motor Karena Tertipu Arisan Bodong, Ada yang Sudah Nyatakan ke Tetangga Niat Kurban 10 Domba

BANGKAPOS.COM-- Warga di Cianjur yang mengikuti arisan lebaran sejatinya cair tanggal 31 Juli kemarin harus menelan pil pahit.

Janji manis penanggung jawab arisan AN, kini tinggal janji, karena warga merasa tertipu dengan apa yang dipromosikannya.

Puncaknya para korban penipuan arisan lebaran ini mendatangi rumah mewah di Kampung Limbangan, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Jumat (31/7/2020) sore.

Kronologi

Para korban mengaku, beragam paket arisan ditawarkan oleh CV Hoki Abadi dengan penanggungjawab AN, mulai dari arisan umrah, motor, sapi, domba, sampai perlengkapan rumah tangga dan peralatan elektronik.

"Ada paket, motor, hewan kurban, umrah, sampai perlengkapan rumah tangga, ada uang yang sudah diserahkan dari saya aja sekitar Rp 500 juta," ujar seorang korban Hendra Ardiansyah (30) warga Cianjur Solokpandan, yang turut berada di rumah AN.

Hendra mengatakan, ia sebagai reseller paket dan mempunyai 100 anggota.

Kebanyakan angotanya mendaftar untuk paket umrah, hewan kurban, dan peralatan rumah tangga.

"Dua tahun ke belakang lancar, ada yang berangkat umrah, ada yang dapat motor N Max, dan ada yang dapat hewan kurban," kata Hendra.

Hendra mengatakan, yang membuat tergiur adalah arisan domba hanya Rp 15 ribu per bulan dan setahun dapat satu ekor domba, paket umrah hanya Rp 500 ribu per bulan dan setahun sudah berangkat umrah.

"Korban ditawarkan investasi dengan iming-iming Rp 15 ribu per bulan dapat satu domba selama satu tahun," katanya.

Hendra mengatakan, awal terciumnya gelagat tak jelas pada Ramadan kemarin.

Banyak paket yang tak cair sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

"Mulai muncul alasan Covid-19, katanya umrah tak bisa karena Covid-19, lalu paket lainnya juga menyusul tak jelas," kata Hendra.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved