Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Penyakit Emfisema yang Bisa Merusak Paru-paru
Emfisema adalah kondisi saat kantong udara di paru-paru (alveoli) mengalami kerusakan.
BANGKAPOS.COM - Istilah emfisema mungkin masih terdengar asing di telinga Anda.
Emfisema adalah kondisi saat kantong udara di paru-paru (alveoli) mengalami kerusakan.
Melansir Mayo Clinic, penyakit emfisema dapat menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas.
Kebanyakan penderita penyakit emfisema juga mengidap penyakit bronkitis kronis.
Bronkitis kronis adalah peradangan di saluran yang membawa udara ke paru-paru.
Penyakit ini menyebabkan penderita batuk terus-menerus.
Penyakit emfisema dan bronkitis kronis adalah kondisi yang bisa memicu penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Mengapa seseorang bisa mengalami emfisema?
Dilansir dari WebMD, emfisema bisa terjadi saat lapisan kantong udara kecil di paru-paru rusak dan tak kunjung diperbaiki.
Seiring berjalannya waktu, kerusakan paru-paru penderitanya makin parah.
Kondisi ini bisa merusak jaringan di antara kantong udara.
Akibatnya, kantong udara bisa terbentuk di paru-paru dan udara terjebak di kantong jaringan yang rusak.
Lambat laun paru-paru akan membengkak dan penderitanya susah bernapas.
Jika seseorang diduga memiliki gejala emfisema, dokter akan melakukan tes untuk mengukur kinerja paru-paru.
Gejala penyakit emfisema
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hasil_rontgen_bagian_dada.jpg)