Selasa, 14 April 2026

18 Tahun Timor Leste Merdeka Bukannya Makmur tapi Justru Makin Sengsara dan Krisis Ekonomi Parah

Kini 18 tahun telah berlalu, Timor Leste bukannya tambah makmur justru makin sengsara dan alami kejatuhan ekonomi parah.

Editor: fitriadi
KEMENTERIAN PUPR
Sebuah jembatan dengan nama Jembatan BJ Habibie diresmikan di Timor Leste pada Kamis (29/8/2019), bertepatan dengan Peringatan 20 Tahun Referendum Timor Leste. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta. 

Dia melakukan kunjungan ke Indonesia untuk bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantornya.

Dia menyebutkan bahwa negaranya tidak memiliki fasilitas untuk mengkarantika ke-17 warganya akibat virus corona.

"Karena harus mengerti, kami tidak punya fasilitas dan yang bisa kita lakukan minta bantuan ke negara-negara lain," ujar Xanana.

Xanana Gusmao, dan istrinya Kirsty Sword Gusmao dalam sebuah kunjungan resmi ke Australia tahun 2008 ketika Xanana menjabat sebagai presiden Timor Timur. (SMH)
Xanana Gusmao, dan istrinya Kirsty Sword Gusmao dalam sebuah kunjungan resmi ke Australia tahun 2008 ketika Xanana menjabat sebagai presiden Timor Timur. (SMH) 

Xanana meminta bantuan untuk mengevakuasi warganya yang berada di China.

Jika tidak dibantu pihaknya khawatir dengan potensi penularan virus corona.

Namun, permintaan itu ternyata ditolak oleh Indonesia.

Selain itu pemerintah Timor Leste  juga sempat minta tolong ke Bali untuk mengkarantina warganya di bali.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya, Selasa (4/1/20).

"Kita menolak dijadikan tempat karantina. Kita tak dapat menerima usulan mereka," kata Suarjaya.

Menurut Suarjaya, penolakan tersebut telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyetop sementara kunjungan dari China.

Namun, dari beragam penolakan itu Timor Leste mendapat jawaban dari Selandia Baru.

Pesawat Selandia Baru yang mengevakuasi 190 orang dari Wuhan membawa 17 di antaranya adalah warga Timor Leste.

Tidak ada penumpang dalam pesawat yang menunjukkan gejala virus corona.

Tetapi, satu orang sempat dilarang terbang setelah gagal dalam pemeriksaa kesehatan pra-terbang. berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Selandia Baru, terdapat 54 warganya.

Kemudian 44 residen permanen berpaspor China. Lalu 23 orang asal Australia beserta 12 residen permanen menggunakan paspor Negeri "Panda", delapan orang dari Inggris.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved