Selasa, 5 Mei 2026

Pernyataan Mengejutkan Xanana Gusmao, 10 Tahun Lagi Seluruh Rakyat Timor Leste Mati

Xanana Gusmao pesimis rakyat Timor Leste akan keluar dari krisis. Ia menyebut 10 tahun ke depan rakyat negara itu akan mati kelaparan.

Tayang:
Editor: fitriadi
New Mandala
Rakyat merayakan Pemilihan legislatif Timor Leste 2017. 

BANGKAPOS.COM - Pernyataan mengejutkan datang dari mantan pemimpin Timor Leste Xanana Gusmao.

Ia menyebut 10 tahun ke depan rakyat negara bekas provinsi Indonesia itu akan mati kelaparan.

Rakyat Timor Leste akan jatuh miskin di tengah krisis yang melanda negara itu.

Xanana Gusmao pesimis rakyat Timor Leste akan keluar dari krisis saat ini meski dana abadi ratusan triliunan rupiah yang tersimpan di luar negeri segera cair.

Xanana Gusmao mengatakan, meski dana abadi ratusan triliunan rupiah itu cair, 10 tahun ke depan seluruh rakyta Timor Leste akan mati.

Jembatan Antar Pulau Sumatera dan Bangka Jembatan Bahtera Srwijaya Bakal Dibuat, Ini Lokasinya

SUAMI Kerja di Luar, Istri Tergiur Rayuan Maut Berondong hingga Berbuat Dosa Berkali-kali

Sosok Wanita yang Mutilasi Rinaldy Harley Wismanu, Pacari Suami Orang Sambil Jualan

Ternyata ini alasan dari pernyataan Xanana Gusmao tentang nasib rakyat di negara bekas provinsi ke-27 NKRI itu.

Dilansir dari The Oekui Post, Senin (14/9), baru-baru ini Banco Central Timor-Leste mengumumkan mengenai jumlah dana perminyakaan yang ditabung di bank New York sekarang mencapai US 18,4 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp 272 triliun.

Sebuah jembatan dengan nama Jembatan BJ Habibie diresmikan di Timor Leste pada Kamis (29/8/2019), bertepatan dengan Peringatan 20 Tahun Referendum Timor Leste. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta.
Sebuah jembatan dengan nama Jembatan BJ Habibie diresmikan di Timor Leste pada Kamis (29/8/2019), bertepatan dengan Peringatan 20 Tahun Referendum Timor Leste. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta. (KEMENTERIAN PUPR)

Sementara itu, keberlanjutan keuangan bagi pemerintah aktual mulai mengkhawatirkan.

Pada 4 Agustus 2020 kementerian keuangan sudah mengorganisir tentang anggaran negara.

Yakni dengan menggelar seminar yang juga menandai persiapan anggaran negara tahun 2021 di Auditorium Xanana Gusmao, Kementerian Keunangan Dili.

Pemerintah sudah merencanakan untuk menganggarkan dana senilai US 1,4 miliar untuk 2021 nantinya.

Seminar itu mendiskusikan segala prioritas nasional.

Termasuk mengenai dampak covid-19 dan rencana pemulihan ekonomi untuk bisa menentukan paket fiskal guna tahun 2021.

Perdana Menteri, Taur Matan Ruak dalam pembukaan semina mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan.

Hal itu lantaran pertama, anggaran negara tidak lolos di Parlemen Nasional.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved