Dentuman Misterius dan Isu Gempa Megathrust 9.0 SR, Begini Analisa Pakar Tentang Prediksi Gempa
Dentuman Misterius dan Isu Gempa Megathrust 9.0 SR, Begini Analisa Pakar Tentang Prediksi Gempa
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Suara dentuman misterius keras terdengar di langit DKI Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Selatan, pada Minggu (20/9/2020) malam. Bunyi dentuman diakui sejumlah warga terdengar sebanyak dua kali sekitar pukul 19.45 WIB, hingga menyebabkan benda bergetar.
Munculnya dentuman ini banyak menimbulkan spekulasi.
Warga khawatir ancaman gempa besar terjadi di Pulau Jawa.
Benarkah akan ada ancman gempa Megathrust mengancam pulau Jawa? Benarkah ancaman itu nyata dan telah diprediksi.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan, bahwa gempa besar berkekatan Magnitute 9,0 Skala Richter (SR) atau yang disebut dengan Megathrust hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang menanggapi berkembangnya berita yang viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan Magnitute 9,0 pasca terjadinya gempa Banten Magnitue 6,9 SR.
• DENTUMAN Keras Dua Kali di Jakarta Bukan Berasal dari Gempa Bumi, BMKG Ungkap Fakta-fakta Ini
• Populer Sepekan, Dinar Candy Jual Celana Dalam Bekas Rp50 Juta Hingga Geger Manager HRD di Mutilasi
• Pengakuan Warga Jakarta, Pagi Ini Dua Kali Mendengar Dentuman Misterius dari Langit
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, beberapa waktu lalu..
Menurut Triyono, gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui.
“Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempabumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempabumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan), dan seterusnya,” terang Triyono.
Yang lebih penting dan urgent, lanjut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG itu, adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.
“Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus monitor “InfoBMKG” baik melalui sosial media, mobile apps, website, ataupun kanal-kanal resmi BMKG,” pungkas Triyono.
• Untuk Pertama Kalinya Anya Geraldine Subuh Berjamaah di Masjid, Gundah di Hatinya Hilang
• Kartu Prakerja Segera Ditutup Siang Ini Buruan Login di www.prakerja.go.id
Cincin Api
Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.
Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km.
Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/02032020_peta-gempa.jpg)