Berita Pangkalpinang
Pembangunan Konstruksi Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Diperkirakan Akhir 2021
Tajuddin berharap, dengan adanya pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam nantinya dapat lebih memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
Penulis: Riki Pratama | Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kondisi Pelabuhan Pangkalbalam yang masih sangat terbatas dan hanya dapat disandari kapal berukuran di bawah 3.000 GT menjadi alasan pemerintah daerah untuk mengembangkan pelabuhan yang berada di Kota Pangkalpinang tersebut.
Selain itu, kondisi alur Pelabuhan Pangkalbalam yang bergantung pada pasang surut serta sedimentasi yang tinggi, membuat pelabuhan ini tidak efisien lagi jika berorientasi menjadi pelabuhan ekspor komoditas di Bangka Belitung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KA Tajuddin mengatakan, progres pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam sejauh ini masih on the track sesuai jadwal yang direncanakan.
"Tahapan sekarang masih menuntaskan dokumen perencanaan studi awal skema KPBU yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dan penyelesaian dokumen FS (studi kelayakan) oleh pihak Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta dokumen rekomendasi-rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Tajuddin kepada Bangkapos.com, Selasa (22/9/2020).
Dia menambahkan, jika semua dokumen tersebut selesai, maka tahap berikutnya pihak Pelindo IV yang mendapat mandat dari Kementerian Perhubungan sebagai pemrakarsa pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam, akan membuat studi kelayakan usaha yang di dalamnya menggambarkan juga pelibatan stakeholder yang akan membangun dan mengelola pelabuhan.
"Setelah tahapan FS dan kemudian DED dibuat oleh PT Pelindo IV tuntas, tahap berikutnya sudah dilaksanakan aktivitas pembangunan konstruksi pada 2021 akhir," ucapnya.
Tajuddin berharap, dengan adanya pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam nantinya dapat lebih memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Karena semua komoditas ekspor asal Bangka Belitung bisa langsung diekspor ke negara tujuan dalam jumlah dan kapasitas kapal yang besar, tidak lagi transit ke daerah lain yang memiliki pelabuhan ekspor untuk ukuran kapal di atas 5.000 GT," tuturnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suasana-di-pelabuhan-pangkalbalam-beberapa-waktu-lalu.jpg)