Senin, 4 Mei 2026

Tribunners

Terima Kasih, Unmuh Babel 

Perguruan tinggi memiliki peran strategis pula dalam meningkatkan kualitas para pewaris masa depan bangsa ini.

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang tinggal di Toboali

"UnMuh memang luarbiase. Pencipta insan cemerlang ," tulis Kulul Sari, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bangka Selatan, menanggapi sebuah berita tentang kesuksesan seorang  mahasiswi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Wulan Mai Sendi asal Toboali, dalam sebuah perlombaan di sebuah grup budaya, Minggu (3/5/2026) siang.

WULAN Mai Sendi, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, adalah satu di antara mungkin ratusan pemuda dan pemudi asal Bangka Selatan yang sedang menuntut pengetahuan di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Pendidikan adalah fondasi bagi setiap negara. Berbicara mengenai pentingnya pendidikan bukan hanya sekadar tentang belajar membaca, menulis, atau menghitung.  Pendidikan adalah alat yang membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan mendorong pemikiran kritis untuk membangun seorang individu yang mampu berkontribusi dan berkompetisi di tengah-tengah masyarakat.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di negara ini. Perguruan tinggi memiliki peran strategis pula dalam meningkatkan kualitas para pewaris masa depan bangsa ini.

Peran pendidikan tinggi hari ini adalah membentuk manusia-manusia tangguh—yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial. 

Sebagaimana kita pahami bersama tujuan pendidikan nasional menurut UU No. 20 Tahun 2003  dalam Pasal 3 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 

Dalam UUD 1945 ditegaskan pemerintah memiliki kewajiban konstitusional mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut (Tilar,2000) pendidikan merupakan proses memanusiakan di dalam kehidupan keluarga, budaya, masyarakat sekarang dan yang akan datang atau di masa depan. 

Sebagai warga bangsa yang tinggal dan berkehidupan di Bangka Selatan, kita tentunya mengucapkan terima kasih kepada Unmuh Babel yang terus berupaya melahirkan generasi bangsa yang berkualitas sebagai  pewaris masa depan bangsa ini. 

Apalagi kita tahu gerakan Muhammadiyah lewat pendidikan telah melahirkan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki peran keumatan maupun kebangsaan. Tokoh seperti  Bung Karno, pernah aktif sebagai anggota majlis pendidikan dan pengajaran di Muhammadiyah Bengkulu. Soeharto, presiden ke-2 Republik Indonesia, juga pernah sekolah di perguruan Muhammadiyah, dan sederet nama tokoh nasional yang pernah sekolah di perguruan Muhammadiyah.

Keberadaan pendidikan Muhammadiyah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah menguatkan peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pencipta insan cemerlang mengutip pernyataan Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka Selatan, Kulul Sari. 

Apalagi komitmen pergerakan Muhammadiyah yang tetap fokus dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan maju melalui pendidikannya dapat mengubah kondisi masyarakat yang berkeadaban dan berkarakter. Karena kecerdasan yang diharapkan bukan hanya secara intelektual, tetapi juga spiritualnya. Terima kasih, Unmuh Babel. 

"Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir."  (Ki Hadjar Dewantara) (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved