Selasa, 28 April 2026

Dokter Koboi Beri Klarifikasi Soal Pernyataan IDI Makassar yang Sebut Hasil Rapid Test Palsu

Pernyataan dari IDI Makassar yang menyebut hasil rapid test itu palsu, baik positif maupun negatif, viral di media sosial.

Editor: fitriadi
instagram.com/mastercorbuzier
Pernyataan IDI Makassar yang Sebut 'Positif ataupun Negatif, Hasil Rapid Test Itu Palsu' Viral 

BANGKAPOS.COM - Pernyataan dari IDI Makassar yang menyebut hasil rapid test itu palsu, baik positif maupun negatif, viral di media sosial.

Banyak warganet yang mempertanyakan pernyataan yang dianggap sangat kontroversial tersebut.

Pernyataan itu sendiri sebenarnya berawal dari Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar dr Wachyudi Muchsin menyayangkan sikap yang ditunjukkan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin karena hanya memilih rapid test ketimbang tes swab.

Sebab, menurut Wachyudi, rapid test selama ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan orang tersebut positif atau tidaknya terjangkit corona.

Nama-nama Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Menteri Agama Sekarang

Usai Berhasil Jual Celana Dalam Bekas, Dinar Candy Dapat Ide Jual Bra hingga Air Bekas Mandi

Buaya Raksasa 5,46 Meter Sulit Ditaklukan, Dukun Datang, Benda Kecil Ini Jadi Kunci Penaklukan

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

"Harusnya, Pak Pj Wali Kota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes swab."

Humas IDI Makassar, Wachyudi Muchsin(Istimewa)
Humas IDI Makassar, Wachyudi Muchsin(Istimewa) 

Namun, belakangan pernyataan tersebut viral di kalangan warganet dengan segala macam tafsir.

Lalu, apa sebenarnya maksud dari pernyataan tersebut?

Pernyataan soal hasil rapid test positif maupun negatif palsu menjadi viral di masyarakat.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar menyatakan itu hanya istilah yang artinya tidak akurat.

Humas IDI Makassar Wachyudi Muchsin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2020) menjelaskan, hasil rapid test palsu merupakan istilah yang artinya tidak akuratnya hasil pemeriksaan untuk menentukan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

“Jadi istilahnya palsu itu tidak akuratnya hasil pemeriksaan rapid tes, bukan alat rapid nya yang palsu,” jelas Wachyudi yang akrab disapa dokter koboi ini. 

Beredar informasi viral mengenai tes PCR dan rapid test. 

"Rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring bukan pemeriksaan penegakan diagnosa infeksi virus Covid-19 dan gold standar diagnosa Covid-19 adalah swab atau PCR."

Menurut dokter koboi, pernyataan saat itu memiliki pengertian multitafsir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved