Mengapa Pria Selingkuh? Ini 12 Alasannya, Ada Kesempatan Hingga Egois
Ada banyak orang di dunia ini yang memilih berselingkuh meski sudah memiliki kehidupan rumah tangga atau asmara yang membahagiakan.
Mengapa Pria Selingkuh? Ini 12 Alasannya, Ada Kesempatan Hingga Egois
BANGKAPOS.COM - Ada banyak orang di dunia ini yang memilih berselingkuh meski sudah memiliki kehidupan rumah tangga atau asmara yang membahagiakan.
Serasa tak juga cukup, orang-orang ini memutuskan untuk mencari kepuasan baru dengan menjalin hubungan lain atau berselingkuh.
Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, mengapa orang-orang seperti ini benar-benar selingkuh?
Beberapa dari mereka bahkan terus membangun hubungan tak sehat itu setelah tertangkap tangan, bahkan di hadapan konsekuensi yang sangat tidak diinginkan seperti perceraian, kehilangan kontak orangtua, kehilangan kedudukan sosial, dan sejenisnya.
Dalam sebuah laporan Psychology Today, relationship expert sekaligus terapis asal Amerika Serikat (AS), Robert Weiss Ph.D., MSW, secara khusus membahas soal hal-hal yang bisa membuat seorang pria berselingkuh.
• Gugur Dibunuh PKI, 7 Pahlawan Revolusi Ini Dievakuasi dari Sumur Lubang Buaya Pada 4 Oktober 1965
Alasan pria berselingkuh
Weiss menyatakan para pria sebenarnya bisa memilih untuk tidak berselingkuh. Pasalnya, mereka masih memiliki pilihan untuk berupaya menyesaikan masalah dengan pasangan, termasuk melakukan terapi bersama ataupun berpisah apabila memang hubungannya sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Meski begitu, ada saja pria yang tetap berselingkuh dari pasangannya. Weiss mengutarakan, segala macam dinamika dapat berperan dalam keputusan pria untuk terlibat dalam perselingkuhan.
Namun, pada umumnya, pilihannya untuk berselingkuh atau menipu pasangan didorong oleh satu atau lebih faktor berikut:
1. Pemahaman yang rendah soal komitmen
Tak cukup dewasa dan tidak memiliki pemahaman yang baik komitmen menjadi salah satu yang bisa membuat pria berselingkuh.
Hal itu bisa jadi dikarenakan pria itu tidak banyak memiliki hubungan yang mementingkan komitmen dalam hidup.
Pria ini mungkin juga tidak benar-benar memahami bahwa tindakannya pasti akan memiliki konsekuensi, seperti menyakiti pasangan.
Sang pria masih berpikir komitmennya terhadap monogami sebagai jaket yang bisa dipakai atau dilepas semaunya, tergantung pada kondisi.
• Cara dan Syarat Daftar Online Bansos Rp 500 Ribu Per-Keluarga, Log In di cekbansos.siks.kemsos.go.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-selingkuh-3.jpg)