Waspadai Bahaya Cacar Air pada Ibu Hamil, Begini Cara Mencegahnya
Pada penderita yang memiliki kekebalan tubuh lemah, infeksi ini dapat berlangsung lama dan gejala yang diperlihatkan juga bisa lebih berat
Infeksi primer oleh virus ini (cacar air), bisa mengganggu tumbuh tumbuh kembang janin dan menyebabkan janin tumbuh abnormal di dalam kandungan ibu.
Risiko bayi lahir abnormal mencapai sekitar 2 persen dari total ibu hamil yang tertular infeksi VVZ.
Risiko lebih tinggi terjadi apabila ibu hamil menderita infeksi VVZ primer pada 3 bulan pertama usia kehamilan.
Kelainan akibat infeksi cacar air pada ibu hamil dan janinnya, biasanya adalah kumpulan dari beberapa kondisi abnormal bila infeksi terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan.
Kondisi ini dikenal dengan sebutan sindrom varicella kongenital.
Gejala sindrom varicella kongenital, yakni:
* Bayi lahir dengan berat badan lebih rendah daripada standar normal
* Tumbuh kembang kaki tangan janin yang terganggu, seperti kaki dan tangan kecil atau tidak terbentuk dengan sempurna
* Kulit janin yang tidak halus dan mulus, tetapi penuh codetan akibat infeksi pada kulit saat di dalam kandungan
* Jaringan mata dan otak yang abnormal
Adapun faktor yang dapat meningkatkan risiko kejadian komplikasi cacar air pada ibu hamil tersebut adalah kebiasaan merokok, daya tahan tubuh lemah, menderita penyakit tertentu, mengonsumsi kortikosteroid, dan hamil lebih dari 20 minggu.
Ibu hamil yang menderita infeksi VVZ biasanya memerlukan rawat gabungan dari beberapa dokter spesialis.
Ibu diobati sesuai dengan gejala dan keluhan yang dialami, sementara janin dalam kandungan perlu dimonitor tumbuh kembangnya.
Cara mencegah cacar air
Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah infeksi VVZ.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wwwfreepikcomvaleria_aksakova-ibu-hamil.jpg)