Wanita Mesti Waspada Penyakit Kista Bisa Berkembang Menjadi Kanker Ovarium

Sejumlah wanita memiliki kista ovarium. Umumnya, kista tersebut tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala rasa sakit.

Editor: fitriadi
freepik
Ilustrasi tanda-tanda kista ovarium pada wanita. 

BANGKAPOS.COM - Sejumlah wanita memiliki kista ovarium. Umumnya, kista tersebut tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala rasa sakit.

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau permukaan indung telur.

Mayoritas kista yang jinak bisa hilang tanpa pengobatan dalam hitungan bulan.

Namun, ada juga jenis kista ovarium yang pecah dan menimbulkan gejala penyakit serius.

Ada juga jenis kista yang ganas dan berkembang menjadi kanker ovarium.

Baca juga: Berbagai Penyebab Kista di Rahim, Faktor Hormonal Hingga Infeksi Panggul

Baca juga: Apakah Penderita Kista Bisa Hamil ? Simak Penjelasan Baik dr Zaidul Akbar

Baca juga: Kanker Ovarium Tanpa Gejala, Feby Febiola Berpesan agar Perempuan Rutin Check up ke Dokter

Melansir Mayo Clinic, wanita memiliki dua ovarium atau indung telur di setiap sisi rahim. Masing-masing indung telur ukurannya sebesar kacang almond.

Sel telur (ovum) matang dan berkembang di ovarium. Apabila tidak dibuahi, sel telur yang matang akan dilepaskan lewat menstruasi.

Kebanyakan kista ovarium berkembang sebagai hasil dari siklus haid. Jenis kista ini termasuk kista fungsional. Namun, ada juga beberapa jenis kista lainnya.

Penyakit kista ovarium
Penyakit kista ovarium (Tribun News)

Melansir Healthline, berikut jenis-jenis kista:

- Kista folikel: selama siklus haid, sel telur tumbuh di kantong bernama folikel. Normalnya, kantong ini bisa terbuka dan melepaskan sel telur. Apabila folikel tidak pecah, cairan di dalam folikel bisa membentuk kista di ovarium

- Kista corpus luteum: normalnya, kantong folikel luruh setelah melepaskan sel telur. Apabila tidak luruh, cairan bisa menumpuk dan menyebabkan kista corpus luteum.

- Kista dermoid: pertumbuhan seperti kantung pada ovarium yang dapat mengandung rambut, lemak, dan jaringan lainnya. Kista ini jarang bersifat kanker

- Sistadenoma: pertumbuhan kista non-kanker yang berkembang di permukaan luar ovarium

- Endometrioma: jaringan yang harusnya tumbuh di dalam rahim tapi berkembang di luar rahim (endometriosis) dan melekat pada ovarium. Dampaknya bisa membentuk kista.

Beberapa wanita mengalami kondisi sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini membuat ovarium wanita banyak ditumbuhi kista kecil.

Dampaknya, ovarium jadi membesar. Jika tidak diobati, ovarium polikistik dapat menyebabkan infertilitas.

Gejala kista ovarium

Kista ovarium kerap tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, gejala kista ovarium bisa terasa saat kista mulai tumbuh.

Beberapa ciri-ciri kista ovarium mulai tumbuh yang dirasakan penderita di antaranya:

- Perut kembung atau bengkak

- BAB terasa menyakitkan

- Nyeri panggul sebelum atau selama siklus haid

- Hubungan seks terasa menyakitkan

- Sakit di punggung bagian bawah atau paha

- Nyeri payudara Mual dan muntah

Anda perlu waspada apabila kista ovarium sudah menimbulkan gejala parah.

Ciri-ciri kista ovarium segera mendapatkan perhatian medis di antarannya:

- Nyeri panggul parah

- Demam

- Pingsan atau pusing

- Napas jadi cepat atau pendek-pendek

Gejala kista ovarium di atas bisa jadi tanda kista telah pecah atau mengalami torsi. Apabila tidak segera ditangani medis, komplikasinya bisa berdampak serius.

Komplikasi kista ovarium Kebanyakan kista ovarium bersifat jinak dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa pertolongan medis.

Namun, di sejumlah kasus, dokter bisa mendeteksi ada massa kista ovarium yang bersifat kanker.

Sementara itu, kista ovarium parah yang tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi torsi ovarium.

Kondisi ini bisa membuat kista mendesak dan menggeser ovarium dari posisi semula. Apabila tidak ditangani, pasokan darah ke ovarium bisa terputus. Hal itu bisa membuat kerusakan atau kematian jaringan ovarium.

Selain itu kista juga bisa pecah dan menimbulkan nyeri hebat serta pendarahan. Komplikasi ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan mengancam jiwa apabila tidak ditangani.

Untuk mendeteksi gejala kista ovarium, ada baiknya wanita yang melakukan pemeriksaan panggul rutin secara berkala.

Tanda-tanda Kanker Ovarium, Gejala Awlanya Sering Tidak Disadari Perempuan

Perempuan seringkali tidak menyadari atau menganggap remeh penyakit kanker ovarium.

Apalagi gejala kanker yang menyerang sistem reproduksi wanita ini seringkali tidak bisa dirasakan pada tahap awalnya.

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berkembang di indung telur wanita.

Ilustrasi
Ilustrasi kanker ovarium (freepik)

Melansir Mayo Clinic, sistem reproduksi wanita memiliki dua ovarium atau indung telur, masing-masing berada di setiap sisi rahim.

Ukuran ovarium ini sebesar kacang almond. Bagian organ reproduksi wanita ini menghasilkan sel telur, hormon estrogen, dan progesteron.

Kanker ovarium sering tidak terdeteksi sampai pertumbuhan sel abnormal menyebar di panggul dan perut.

Ketika kanker sudah menyebar ke luar indung telur, penyakit pada sistem reproduksi ini lebih sulit diobati.

Apabila terdeteksi saat penderita merasakan gejala awal kanker ovarium, penyakit ini umumnya lebih mudah dikendalikan.

Gejala kanker ovarium

Ciri-ciri kanker ovarium di tahap awal kerap tidak disadari karena gejalanya mirip penyakit lainnya.

Selain itu, gejala kanker ovarium stadium awal juga kerap muncul secara tiba-tiba dan mudah hilang sehingga rentan diabaikan penderitanya.

Melansir Healthline, beberapa gejala kanker ovarium di tahap awal di antaranya:

- Perut kembung, ada rasa seperti ditekan, dan nyeri

- Rasa begah dan perut gampang sesak saat makan

- Tidak berselera makan

- Sering kencing

Selain itu, tanda kanker ovarium lainnya yakni:

- Mudah lelah

- Gangguan pencernaan

- Asam lambung naik

- Sembelit

- Sakit punggung

- Siklus haid tidak teratur

- Sakit saat berhubungan seksual

- Timbul ketidaknyamanan di panggul

Beberapa gejala kanker ovarium di atas belum tentu disebabkan kanker. Bisa juga karena penyakit lainnya.

Terutama jika penderita hanya merasakannya sekali atau dua kali dan gejala penyakitnya hilang setelah minum obat yang dijual bebas di apotek atau toko obat.

Kendati demikian, penderita pantang mengabaikan gejala kanker ovarium. Seperti jenis kanker lainnya, kanker ini paling mudah diobati ketika terdeteksi sejak dini.

Jika Anda merasakan gejala kanker ovarium dan berisiko mengidap penyakit ini, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Beberapa faktor risiko kanker ovarium di antaranya:

- Punya riwayat keluarga yang menderita kanker ovarium

- Memiliki riwayat kanker payudara, rahim, usus besar

- Kegemukan

- Menggunakan obat kesuburan atau terapi hormon tertentu

- Tidak pernah hamil

- Endometriosis

- Sudah menopause

Selain beberapa gejala kanker ovarium di atas, penderita sulit mengenali tanda penyakit ini karena posisi ovarium berada di dalam rongga perut, sehingga sulit merasakan keberadaan tumor.

Selain itu, belum ada skrining rutin khusus untuk mendeteksi kanker ovarium. Itulah mengapa, penting bagi penderita berkonsultasi ke dokter apabila sering merasakan gejala kanker ovarium.

Untuk mendeteksi penyakit, dokter umumnya melakukan pemeriksaan panggul.

Selain itu, dokter juga merekomendasikan pemeriksaan USG, CT Scan perut dan panggul, tes darah, dan biopsi.

Penulis : Mahardini Nur Afifah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kista Ovarium: Jenis, Gejala, Komplikasi" dan "Gejala Awal Kanker Ovarium yang Kerap Tak Disadari"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved