Penanganan Covid 19
Libur Panjang Akhir Oktober, Masyarakat Diminta Tidak Berkerumun di Tempat Wisata
Masyarakat diminta menahan diri tidak berlibur ke luar rumah atau ke luar kota pada musim liburan akhir Oktober 2020 mendatang.
BANGKAPOS. COM, JAKARTA - Akhir Oktober 2020 akan ada liburan panjang terutama untuk pegawai negeri sipil (PNS).
Musim libur ini dikhawatirkan terjadi penumpukan atau kerumunan orang di tempat-tempat wisata dan pusat perbelanjaan.
Untuk itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta masyarakat untuk menahan diri tidak berlibur ke luar rumah atau ke luar kota pada musim liburan akhir Oktober 2020 mendatang.
Hal itu untuk menghindari penyebaran Covid-19.
"Kita minta untuk menahan diri untuk tidak ikut berkerumun di satu tempat karena untuk keselamatan bapak-bapak, ibu-ibu untuk saudara-saudara sendiri bersama keluarga," kata Tito usai rapat terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (19/10/2020).
Baca juga: Warga Jakarta Kena Denda Rp 5 Juta Jika Berani Tolak Rapid Test dab Tes Swab
Baca juga: 2,5 Juta Warga Indonesia Dites Covid-19, Hasilnya 86 Persen Negatif
Baca juga: Vaksin Covid-19 Diprioritas Untuk Orang Berisiko Tinggi Tertular Corona
Apalagi sekarang ini menurut Tito sudah muncul klaster keluarga.
Sehingga, apabila satu anggota keluarga terpapar Covid-19 maka akan menulari anggota keluarga lainnya.
"Karena itu satu menahan diri untuk tidak berlibur ke tempat yang akan banyak kerumunan, seperti puncak misalnya, atau di daerah Bandung, di pantai, dan lain lain," katanya.
Tito menegaskan dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan menggelar rapat dengan Kepala Daerah dan jajaran Forkopimda untuk mematangkan sejumlah aturan yang akan diterapkan pada musim liburan akhir Oktober 2020.
Terutama daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata.
"Nanti saat Rabu-Kamis kami akan sampaikan kepada seluruh daerah dan Forkopimda agar mengidentifikasi daerah-daerah tempat-tempat liburan dan kira-kira berapa kapasitas, diatur Ini masih ada waktu 4-5 hari," kata Tito.
Ia meminta Forkompida berbicara dengan para pengelola tempat wisata supaya tidak terjadi kerumunan.
"Mungkin dengan mengurangi kapasitas. Tidak adanya kegiatan, izin kepolisian, tidak memberikan izin kegiatan keramaian dengan musik-musik, kemudian kumpulan besar, dan lain lain. Kita akan lakukan langkah itu, tapi kembali Forkopimda memegang peranan sangat penting. Mereka yang tahu persis titik-titiknya dimana," katanya.
Pentingnya terapkan 3 M
Tito karnavian mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pengunjung_20180617_211701.jpg)